Jangan Sering Membentak Anak, Ketahui Akibatnya Jika Dilakukan, Hasilnya Cukup Mengejutkan!


Sebagian orangtua mungkin mampu meredam amarah dan tidak melakukan tindak kekerasan pada putra-putrinya yang dianggap melakukan kesalahan atau bertindak nakal. Namun, sedikit sekali orangtua yang yang mampu menahan suaranya dan tidak membentak anak untuk menunjukkan kekesalannya. Namun, tahukah kamu bahwa dalam kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 triliyun sel otak yang siap tumbuh? Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.

Baca juga : Berharap Punya Anak Angkat? Simak Cara Tepat Menjadi Orang Tua Asuh Agar Tak Terasingkan

Berikut ini dalah bahaya membentak anak. Simak semuanya dan berhati-hati ketika ingin memarahi anak. Jangan sampai mereka mengalami hal seperti ini.

1. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang emosional


Ketika sering dibentak, anak akan meniru hal yang “diterimanya” itu dalam kehidupan sehari-harinya.  Dimana Anak akan tumbuh menjadi sosok yang mudah marah, sulit mengendalikan diri, emosional, dan suka teriak-teriak. Karena tindak kekerasan baik itu verbal maupun non verbal berdampak buruk pada psikologi sang anak.

2. Anak menjadi depresi


Membentak anak yang beranjak remaja juga merupakan hal yang tidak baik. Remaja berusia 13 tahun yang sering dibentak oleh orang tuanya memperlihatkan lebih banyak gejala depresi dibandingkan dengan teman seumurannya yang tidak mendapatkan hal kurang baik itu.

3. Kesulitan menjadi pendengar yang baik


Supaya anak nantinya tumbuh menjadi pribadi sebagai pendengar yang baik, maka sang anak perlu tumbuh di lingkungan yang membuatnya dapat berpikir positif. Ketika orang tua berbicara dengan nada tinggi alias membentak, justru dapat mengakibatkan anak terganggu perkembangannya dan mengalami pada gangguan pendengaran.

Selain masalah pendengaran, juga masalah hati yang "terluka" karena sang anak menerima perlakuan buruk, alhasil anak akan kesulitan untuk tumbuh menjadi pendengat yang baik.

4. Tingkat kepercayaan kepada orang tua menurun


Kemudian anak yang sudah biasa di bentak juga cenderung bersikap dingin. Ia sama sekali tidak peka dengan dirinya, apalagi dengan lingkungannya. Saat orang lain mendapatkan penghargaan, ia hanya menganggapnya angin lalu. Saat orang lain menyampaikan pendapat, ia hanya diam manggut manggut. Sama sekali tidak menunjukkan perilaku menghargai antar teman dan orang lain. Tentu saja ia bersikap seperti ini karena sejak kecil kehadirannya tidak di hargai oleh orang tuanya.

Baca juga : Tahapan Mendidik Anak A la Rasulullah, Ayah dan Bunda Harus Tahu Kapan Waktunya Menempatkan Diri

5. Karena dibentak, jantung anak bisa kelelahan


Menurut penjelasan dr Godeliva Maria Silvia Merry, M.Si, dokter yang juga pengajar di UKDW, Yogyakarta, dia menjelaskan bahwa denyut nadi seseorang dapat berubah-ubah yang tergantung dari suara yang didengar. Sehingga, apabila orang tua “hobi” membentak anak dengan nada tinggi, maka dr Silvia menjelaskan bahwa anak jika terus-terusan terpapar dengan suara bernada kasar dan tinggi mengakibatkan organ jantung sang anak akan sering berdetak dengan sangat cepat (abnormal), yang menyebabkan jantung menjadi mudah kelelahan.

Bahaya yang sama juga bisa terjadi pada orang yang sering mendengarkan musik berirama cepat.

Mari yuk hindari membentak anak,  selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang.
loading...
Top