Inilah 3 Cara Merawat Kulit yang Aman Untuk Ibu yang Sedang Hamil

Penulis Penulis | Ditayangkan 06 Dec 2016

Inilah 3 Cara Merawat Kulit yang Aman Untuk Ibu yang Sedang Hamil

Saat hamil, sejumlah masalah kulit biasanya muncul karena perubahan hormonal. Mulai dari gangguan pigmentasi, seperti muncul bintik hitam dan garis di perut, jerawat, hingga stretch marks.

Dokter Aninda Undiah Hasanah dari Bamed Skin Care mengatakan, masalah kulit umumnya muncul saat kehamilan trisemester dua. Namun, untuk mengatasi masalah kulitnya, ibu hamil sering kali terkendala dengan pemakaian obat maupun krim yamg dikhawatirkan akan memengaruhi janin.

Aninda mengungkapkan, memang ada obat maupun krim perawatan kulit yang harus dihindari ibu hamil, yaitu obat minum dan krim yang mengandung vitamin A, obat antibiotik, serta krim yang mengandung asam salisilat dan bahan pemutih.

"Obat dan krim tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu pertumbuhan janin," kata Aninda, seperti yang wajibbaca.com rangkum dari laman kompas.com.

Lalu, apa saja perawatan kulit yang aman untuk ibu hamil? Menurut Aninda, perawatan kulit yang aman pada masa kehamilan antara lain, chemical peeling, mikrodermabrasi, dan intraceutical O2.

Prosedur terapi tersebut termasuk dalam Combination Rejuvenation Treatment (CRT) atau terapi kombinasi untuk peremajaan kulit yang lebih optimal. Berikut penjelasannya.

1. Chemical peeling

Prosedur ini menggunakan asam glikolat atau asam dari buah. Chemical peeling berguna untuk memerbaiki tampilan kulit dari kerut halus, pori-pori besar, jerawat, hiperpigmentasi, hingga scars yang tidak terlalu dalam.

Menurut Aninda, chemical peeling aman digunakan untuk semua tipe kulit.

2. Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi atau yang juga disebut athena merupakan metode perawatan dengan cara mengikis lapisan permukaan kulit yang bermasalah, sehingga terjadi regenerasi sel lebih cepat dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru yang sehat. Menjalani metode ini pun tidak terasa sakit.

3. Intraceutical O2

Intraceutical O2 merupakan terapi oksigen dengan menggunakan tekanan hiperbarik untuk memasukkan serum khusus ke dalam kulit.

Aninda mengungkapkan, sistem intraceutical tersebut akan menghasilkan oksigen murni sebesar 90- 95 persen yang berada di atmosfer.


"Kegunaannya sebagai anti-bakteri alami atau bisa membunuh bakteri anaerob, mendinginkan dan menenangkan kulit, serta mempercepat penyembuhan," jelas Aninda.
SHARE ARTIKEL