Hentikan Tangisanmu, Karena Bukan Tangisan Yang Mereka "Warga Syuriah" Butuhkan



Emine Erdogan, istri Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menyeru masyarakat dunia melakukan sesuatu untuk Suriah, daripada hanya sekadar menangisi nasib perempuan dan anak-anak di sana.

BACA JUGA : Astagfirullah, Wafatnya Raja Abdullah Sebagai Pertanda Kemunculan Imam Mahdi Semakin Dekat

“Kami berada dalam tahap dimana kami harus melakukan sesuatu hal untuk nasib perempuan dan anak-anak Suriah, daripada hanya sekadar menangisi saja,” kata Emine Erdogan dalam suratnya yang ditujukan untuk ibu Negara di seluruh dunia, sebagaimana dikutip dari Hurriyet Daily News.

Saya mengundang seluruh kaum perempuan di seantero dunia, lanjut Emine, mengambil tindakan untuk perempuan dan anak-anak Suriah yang terdampar, mati tanpa makanan, air dan bantuan medis.

Menurut pusat informasi kepresidenan Turki, lebih dari 600 ribu orang telah tewas dalam lima tahun terakhir di Suriah. Tujuh juta jiwa meninggalkan rumah mereka dan 5 juta lainnya harus meninggalkan negara mereka.

“Anak-anak, perempuan, dan warga sipil dibantai dalam konflik di mana senjata kimia telah digunakan. Hati ini tidak bisa merasakan sakit lagi,” lanjut Emine.

Emine menyatakan keheranannya atas apatisnya dunia kepada tragedi kemanusiaan itu.

“Ketika semua ini terjadi tepat di hadapan dunia, masyarakat internasional menjadi hening dan acuh tak acuh, ini akan menjadi aib bagi sejarah manusia seperti dulu di Bosnia dan Rwanda.”

“Sebagai seorang ibu, seorang wanita, dan di atas semua hal—sebagai manusia, saya mengetuk hati nurani Anda terhadap penderitaan kemanusiaan di Suriah.”

Pada akhirnya, Emine memercayai bahwa setiap orang akan berkontribusi.

“Saya percaya dengan sepenuh hati bahwa Anda akan memberikan kontribusi, untuk memobilisasi masyarakat internasional dalam hal ini.”

“Kita bisa membuka jalan untuk membangun dunia yang aman, damai, dan sejahtera, jika kita berhasil bertindak bersama-sama. Saya berharap di tahun 2017 akan membawa kedamaian dan kebahagiaan kepada semua umat manusia,” pungkasnya.
loading...
Top