Gunung Kidul Akan Memiliki Flying Fox Terpanjang di Asia Tenggara, Penggarapannya Sedang Dalam Proses


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Yogyakarta memulai proses pembuatan arena flying fox terpanjang di Asia Tenggara yang berada di kawasan Ekowisata Green Village, Desa Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul. Pembuatan wahana ini ditargetkan selesai pada 10 Januari 2017.

Penambahan arena uji nyali ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY dalam rangka memberdayakan potensi yang ada di Gedangsari. Adapun tujuan dari kegiatan itu untuk bisa memberdayakan masyarakat sehingga tingkat kemiskinan yang ada dapat dikurangi.


BACA JUGA : Frustasi karena Punya Sakit Yang Tak Kunjung Sembuh, Lansia di Solo Nekat Gantung Diri

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengaku, antusias dengan program pengentasan kemiskinan di Gedangsari yang dilakukan oleh Pemprov DIY. Dia juga mengapresiasi upaya tim yang membuat wahana flying fox sepanjang 625 meter di puncak green village.

Dengan adanya wahana ini, kata dia, dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki kawasan ekowisata di Mertelu yang saat ini mulai dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Fasilitas ini sebagai pelengkap. Dengan flying fox, wisatawan tidak hanya memandang keindahan alam semata, tapi juga bisa melakukan uji nyali dengan mencoba wahana itu,” kata Immawan, seperti dikutip dari laman okezone.com

Dia berharap, proses pembangunan ini bisa diselesaikan secepatnya sehingga wahana yang ada dapat segera dimanfaatkan. Kendati demikian, Immawan juga meminta tim memperhatikan aspek keamanan sehingga flying fox benar-benar aman digunakan. “Semua harus diuji benar dan tidak asal-asalan,” ujar dia.

Lebih jauh, dikatakan Immawan, upaya pengentasan kemiskinan di Gedangsari tidak hanya mengacu pada sektor kepariwisataan saja. Sebab dalam prosesnya, pengembangan juga menyasar ke sektor lain seperti industri batik, pertanian hingga perdagangan.

“Semua bisa saling terintegrasi sehingga upaya percepatan pengentasan bisa lebih maksimal. Untuk menjalankan program, tidak hanya dilakukan dari unsur pemerintahan, namun juga melibatkan akademisi atau pun unsur dari luar pemerintahan,” kata dia.
Top