Gak Nyangka! Seperti Ini Kinerja Pemprov DKI Setelah Ditinggal Cuti Oleh Ahok

Akibat kasus penistaan agama yang dilontarkan kepada Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, beliau menjalani cuti hampir 2 bulan sebagi gubernur DKI Jakarta. Tapi siapa sangka, setelah ditinggal olehnya, DKI malah dianggap lebih baik.



BACA JUGA: Astaghfirullah! Mantan DPRD Jateng Berani Korupsi Dana Renovasi Masjid 127 Juta

Dikutip dari Islampos, hal itu dikarenakan perbaikan komunikasi antar eksekutid dengan DPRD DKI berjalan mulus. Berebda saat Ahok masiih aktif, hubungan kedua lembaga itu selalu diwarnai konflik.

 “Gubernur seharusnya seperti Plt yang sekarang (Sumarsono). Ada komunikasi yang baik dengan DPRD. Kalau zaman Pak Ahok kan enggak ada,” kata mantan Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Boy Sadikin yang dikutip beritaislam24h.net, Kamis (22/12/16).

Diakui Boy, Ahok kurang baik dalam melakukan komunikasi. Salah satunya tentang pembebasan lahan bekas Kedutaan Besar Inggris. Boy menganggap jika Ahok sudah mengorbankan anak buahnya gara-gara tak bisa membebaskan lahan tersebut.

 “Contoh lahan bekas kedutaan Inggris, korbannya kepala dinas karena dia dipaksa-paksa (untuk membebaskan lahan). Pak Ahok itu tetep ngotot, Dubes Inggris punya pemerintah Jakarta Pusat. Kan harusnya dia ikut turun keluar bicara baik-baik,” ujar Boy.

Boy mengaku khawatir bila komunikasi Ahok tak kunjung diperbaiki, maka kinerja Pemprov DKI pun akan semakin terhambat.  Ditambah Ahok bukan lagi bagian dari partai manapun.  “Harusnya dia (ahok) bisa mengatur partai. Kalau komunikasi baik. Yang saya denger kinerja di pemda selama ada Plt jadi nyaman dan enggak ada masalah,” papar Boy.

Lebih lanjut Boy menjelaskan, dalam pengamatannya, Ahok juga kerap berlindung pada Presiden Joko Widodo saat menjabat gubernur DKI Jakarta. “Apa-apa ditarik ke Jokowi. Sumber Waras juga nanti ditarik sama Jokowi. Dia selalu bilang gitu kan,” imbuhnya.
loading...
Top
loading...