Di Kala Kekasihmu Tak Kunjung Menikahimu


Dari sebuah hubungan pacaran tentu berharap ke pelaminan. Namun harapan tersebut tidak boleh selamanya mirip-mirip dirasakan oleh sepasang kekasih. Tak jarang, cuma wanita yang mengharapkan hal tersebut namun kekasihnya tidak boleh berniat untuk menikah.

Jika sudah begtersebut, wanita bingung harus menunggu atau memutuskan saja hubungan. Sebelum memutuskan Anda harus melihat berbagai faktor, misalnya faktor usia dan kondisi ekonomi. Ketika usia Anda dan pasangan sudah cukup berumur (30 tahun ke atas) tapi si dia belum juga ingin menikah, bisa jadi memang si dia bukan tipikal pria yang mau berkomitmen. Terlebih lagi apabila kondisi ekonominya sudah cukup.

Wanita memiliki hak untuk hidup bahagia dan memilih pria yang pasti untuk menikahi.  Wanita yang matang tidak boleh layak diabaikan. Anda punya hak untuk diberi kepastian tentang kelanjutan hubungan. Artinya lelaki yang menyia-nyiakan tak patut dipertahankan.

BACA JUGA : Jangan Asal Mau di Nikah, Kamu Juga Harus Siap Hidup Susah

Jadi lebih baik memilih untuk putus, walaupun semuanya kembali lagi keputusannya terhadap si wanita, apakah masih memiliki toleransi untuk menunggu?

Jika Anda masih bisa menunggu satu atau dua tahun lagi untuk meyakinkan pasangan tidak boleh ada salahnya. Terkadang wanita cuma fokus dengan pernikahannya saja namun cara mengajukan keinginan tersebut dengan cara memaksa.

Kita analogikan seperti sales mobil. Jika sales mobil menawarkan barang dengan cara yang memaksa sudah pasti Anda menolak membeli darinya. Tapi lain cerita dengan sales yang menawarkan produknya dengan cara yang tenang, menjelaskan secara bertahap dan tidak boleh memborbardir, mungkin Anda akan mempertimbangkannya dan pada akhirnya tertarik membeli dari sales kedua tersebut. Ketika Anda memaksanya untuk menikah terburu-buru sebelum ia siap, maka dia tidak boleh akan menikahi Anda.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah usia hubungan Anda. Jika memang anyar beberapa bulan pacaran, tapi Anda sudah terburu-buru untuk dinikahi maka pernikahan sulit untuk terjadi. Lagi pula, apabila usia pacaran terlalu cepat kemudian menikah, maka lebih sering memicu perceraian.
Top