Dengan Tegas, Presiden Duterte Akui Telah Membunuh 3 Orang dengan Tangannya Sendiri

Presiden Filipna, Rodigo Duterte terkenal dengan ketegasannya dalam menindak naroba. Bahkan Duterte tega membunuhnya meskipun rakyatnya sendiri.



BACA JUGA: Ayah Nikahi Putrinya Sendiri, Alasannya Sungguh Diluar Dugaan

Dikutip dari BBC, Duterte mengaku pernah membunuh 3 orang ketika menjabat sebagai Walikota Davao. Ia mengatakan: "Saya membunuh tiga orang... Saya tak tahu berapa peluru dari senjata saya yang menembus tubuh mereka. Itu memang terjadi dan saya tak bisa berdusta mengenai hal itu."


Sebelumnya, Duterte dibela oleh juru bicaranya sendiri. Tapi akhirnya, dia mengaku bahwa dirinya pernah membunuh orang. Pengakuan itu ia lontarkan pada senin (12/12) sebelum lawatan ke Kamboja dan Singapura.

Kepada sejumlah pemimpin dunia usaha yang datang di istana, ia mengatakan: "Di Davao saya pernah melakukannya (pembunuhan itu) secara pribadi. Sekadar untuk menunjukan orang-orang (polisi) bahwa jika saya saja bisa melakukannya, mengapa mereka tidak bisa."

"Dan saya juga biasanya mengenderai sepeda motor besar berkeliling Davao, melakukan patroli. Saya mencari masalah dan sengaja mengupayakan konfrontasi (dengan para tersangka penjahat) sehingga saya bisa membunuh (mereka)."

Duterte pernah menjabat sebagai walikota Davao selama dua periode, dan dikenal dengan reputasinya yang membasmi kejahatan dengan cara brutal, dan dituding mengerahkan pasukan pembunuh.  Di Singapura, menjawab BBC, ia berkilah tentang pembunuhan yang dilakukannya.

"Saya memang tak bisa berbohong soal itu. Tapi kalau dikatakan saya membunuh orang yang sudah berlutut, dengan tangan terikat di belakang, itu omong kosong," katanya.

Pada 2015 lalu, dia juga mengatakan pernah membunuh sedikitnya 3 orang yang dituduh melakukan penculikan dan pemerkosaan di Dovao. Pada masa kampanyenya dulu, Duterte berjanji akan membunuh para pengedar narkoba. Namun, sejak menjadi presiden pada 2016 lalu, diperkirakan lebih dari 5.000 orang dibunuh tanpa proses hukum.

Namun dalam pidato untuk penyerahan penghargaan kepada warga Filipina terpilih, The Outstanding Filipino Awards 2016, dia menegaskan, "Saya bukan pembunuh."
Top