Cukup Tidur atau Rutin Berolahraga, Jika Disuruh Memilih, Mana yang Lebih Penting?


Pekerjaan kantor, urusan keluarga, hubungan dengan suami atau kekasih, waktu bersosialisasi dengan teman-teman dan lain sebagainya, membuat syarat cukup tidur dan rutin berolahraga tampak mustahil. Itulah mengapa pola hidup sehat sangat tak mudah dilakoni, apalagi jika mengingat masayarakat urban yang sekarang ini.

Mereka yang menganggap bahwa untuk melakukan pola hidup sehat cukup mudah hanya dengan delapan jam tidur, olahraga selama satu jam sehari setidaknya lima hari seminggu dan menghindari makanan olahan. That's Big No, guys!

Baca juga : 3 Masker Alami dan Manfaatnya, Coba dan Lihat Perubahannya Bagi Kulit Wajahmu!

Di era yang serba cepat dan penuh dengan kesibukan ini, mengharuskan kita untuk memilih antara meneruskan tidur agar kuota tidur yang sehat terpenuhi, atau memaksa bangun untuk berolahraga. Nah, di antara dua pilihan tersebut, mana yang harus didahulukan, menurut ilmu kesehatan?

Ternyata, ilmu pengetahuan pun tidak memiliki jawaban yang tegas. "Tidur dan olahraga, keduanya adalah faktor utama penentu kesehatan fisik dan mental," kata Kelly Glazer Baron, Ph.D., seorang psikolog klinis dan peneliti tidur di Feinberg School of Medicine di Northwestern University.

Penelitiannya menemukan, bahwa tidur setidaknya tujuh jam sehari benar-benar dapat membantu Anda bekerja dan berolahraga dengan lebih maksimal di hari berikutnya. Orang-orang dengan insomnia yang berlatih aerobik dengan teratur, mengalami peningkaan kualitas tidur dan lelah berkurang di siang hari, menurut studi lain dari Northwestern University.

Shannon Fable, direktur program latihan di Anytime Fitness mengatakan bahwa cobalah untuk hanya mengorbankan tidur dua sampai tiga hari selama seminggu untuk berolahraga pagi. Di hari lain, silahkan tidur lebih lama.


Baca juga : Selain Terlihat Indah, Ternyata Senyuman Juga Punya Dampak Kesehatan yang Luar Biasa!

Jika bukan termasuk tipe yang gemar bangun pagi, pertimbangkan untuk mencuri separuh waktu istirahat makan siang atau setelah waktu kerja untuk berolahraga.

Jika waktu dan jadwal benar-benar sempit, berolahragalah setidaknya 40 menit dengan intensitas moderat tiga kali perminggu. Ini dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke, kata American Heart Association.

Ketika sakit, harus bisa mendahulukan tidur dan libur berolahraga. Bagaimanapun, latihan yang terlalu dipaksa atau berlebihan, dapat menyebabkan penurunan kualitas dan durasi tidur.
Top