BlackBerry Massanger Ternyata Sepenuhnya Milik Perusahaan di Indonesia

Penulis Unknown | Ditayangkan 08 Dec 2016

Blackberry Massanger merupakan aplikasi yang wajib terinstal di gadged masyarakat Indonesia. Awalnya aplikasi ini hanya bisa digunakan oleh para pengguna gadged Blackberr saja. Tapi sekarang, BBM sudah dapat digunakan di iPhone, Android maupun Windowsphone.

BlackBerry Massanger Ternyata Sepenuhnya Milik Perusahaan di Indonesia

BACA JUGA: 3 Alasan Mengapa Wanita Perlu Makan Pepaya

Banyaknya pengguna di Indonesia, tenyata BBM kini dimiliki oleh perusahaan di Indonesia.  Hal tersebut menyusul perjanjian lisensi jangka panjang BlackBerry dengan grup media PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) di Indonesia.

Dikutip dari Kompas, "Lisensi ini (BBM) 100 persen dimiliki oleh Indonesia, mengapa? Karena layanan BBM juga dipakai sebagai layanan enterprise, namun kini sudah dipisah (layanan konsumer)," kata CEO BBM, Matthew Talbot saat dijumpai KompasTekno di Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Ia menjelaskan, semua trademark, operasi, pengembangan BBM kini sepenuhnya dimiliki oleh Emtek.  "BBM punya kantor di Indonesia, dan bos saya juga pemilik grup media asal Indonesia, jadi ya memang (BBM) dimiliki Indonesia," kata Talbot.

Setelah perjanjian itu, BlackBerry juga menyiapkan strategi untuk mengembangkan bisnisnya. Strategi tersebut adalah menambah konten di BBM, seperti berita, Hiburan, video dan layanan lain, seperti e-commerce dan game.

Sebelumnya, BlackBerry memang telah memisahkan BBM, sebagai perusahaan layanan chatting, dengan BlackBerry selaku perusahaan korporasi. Operasionalnya pun kini dipisah.

Di Indonesia, BBM beroperasi di bawah Emtek. Talbot menjelaskan, kerja sama ini sifatnya adalah komitmen BBM seumur hidup. "Banyak yang memberitakan kerja sama ini hanya berlangsung 6 tahun saja. Tidak, ini adalah ongoing royalty, menjadi kerja sama seumur hidup," tegas Talbot.

BBM menjalin kerja sama dengan Emtek dalam bentuk brand, perjanjian lisensi software, dan hak kekayaan intelektual atas aplikasi pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) pada Juni 2016 lalu. Nilai perjanjian tersebut mencapai 207,5 juta dollar AS (sekitar Rp 2,7 triliun).

Perjanjian ini memungkinkan pengguna aplikasi pesan instan BBM mengakses beragam konten yang dimiliki oleh grup Emtek, seperti video, acara televisi free-to-air, dan koleksi lebih dari 100 ribu jam konten TV.

Emtek juga memiliki akses untuk mengembangkan ekosistem BBM yang menggabungkan aplikasi messaging, media sosial, konten, hiburan, dan e-commerce.

SHARE ARTIKEL