Berakhir di Pelaminan, Pasangan ini Tak Menyangka Perkenalanya Cuma Iseng


Mohd Yuszaini dan Nor Syazwanie menunjukkan mas kawin mereka setelah sah bergelar suami isteri. 

Internet bukan hal yang mahal untuk saat ini dan untuk mengakses itu saat ini tak perlu susah karena hampir di pelosok-pelosok jaringan internet sudah bisa menjangkau. Karena itu melalui banyaknya aplikasi chating yang bisa di akses saat ini banyak yang menggunakanya untuk mengisi waktu senggang.

Terkadang malah lebih dari itu, melalui aplikasi chating seseorang bisa menawarkan jasa, menjual produk, bahkan mencari teman hidup. Seperti kisah yang dalami oleh dua pasangan ini.

Dikutip dari laman Sinar Harian melalui tribunnews, Minggu (18/12), Mohd Yuszaini Ramli (26) dan pasangannya, Nor Syazwanie Samat (20) tidak menyangka perkenalan mereka di aplikasi chat berujung bahagia. Diketahui keduanya mengikuti pernikahan massal yang digelar Pusat Khidmat Ahli Parlimen Lenggong dan Majlis Pelancongan Lenggong.

Baca Juga: Ini Alasan, Kenapa Saat Bertemu dengan Jodoh yang Tepat Kamu Akan Gemuk

Mohd Yuszaini Ramli mengatakan perkenalan mereka berdua diawali dua tahun lalu saat ia ditugaskan ke Gerik, Malaysia.

"Saya tidak lama di Gerik. Setelah berteman dengannya beberapa bulan, saya bertugas di Klang pula. Saat berjauhan, kami banyak berhubungan melalui telepon saja. Mungkin sudah tertulis jodoh kami, istri belajar di Universitas Teknologi Mara (UiTM) Puncak Alam, Selangor. Jadilah saya dekat dengan dia. Bila kami bisa tahu tentang program ini, kami segera mendaftar sebab program ini terlihat sangat bagus dan sangat menghemat biaya kami," katanya.

Sedangkan sang istri, Nor Syaswanie, ia tak menyesal dengan keputusannya nikah muda di usia 20 tahun dan masih berstatus pelajar.
"Saya masih muda dan saya akan fokus ke pelajaran. Saya beruntung karena suami sangat memahami dan selalu memberi dukungan kepada saya," kata Nor.

Kisah Lain Gara-gara Chat Berlanjut ke Pernikahan

Masih dikutip dari laman Sinar Harian, kisah pernikahan gara-gara chatting juga dialami pasangan Nor Aishah Abd Rashid, (27) dan Fairuz Badlil Shah Md Salleh (25). Dituturkan oleh Fairuz, awal perkenalan keduanya juga dari aplikasi chatting. Gara-gara aplikasi pesan instan itulah ia menemukan istri yang lebih tua dua tahun darinya.

"Memang dari dulu saya suka wanita lebih berusia tua sebab mereka lebih matang. Sama juga dengan Aishah, kematangannya menambat hati saya. Saya kenal dengan dia dari aplikasi BeeTalk. Waktu itu dia dalam bus sedang ke Bukit Tagar untuk bertugas di sana. Lalu saya tanya namanya, saya minta jadi teman dan dia setuju. Setelah itu semuanya indah buat saya dan akhirnya kami disatukan," katanya.

Bertemu dengan suami melalui aplikasi chat juga dirasakan oleh Nor Aishah sang istri. Berkenalan melalui chat sejak 8 Juni 2015, setahun lebih kemudian mereka menikah. Keduanya lantas memutuskan ikut pernikahan massal ini.

"Saya kenal dia pada 8 Juni 2015. Setelah beberapa bulan, dia bilang mau serius dengan saya. Pada 1 Mei lalu, kami bertunangan di rumah orang tua saya di Lenggong. Dari situ kami dapat tahu ada program menikah massal ini. Kami sangat tertarik karena jarang ada program begini," katanya.

Nor Aishah juga memuji program pernikahan massal tersebut lantaran bisa membuat pengeluaran resepsi lebih minimal. Ia juga menambahkan program itu bagus untuk anak muda yang ingin menikah seperti dirinya.
Top