Beda Tipis Dengan Aleppo, Pemerintah Myanmar Masih Tutup Akses Bantuan untuk Rohingya. Miris


Muslim di Rohingya

Kondisi mengenaskan para muslim Rohingya di Rakhine mungkin bisa dikatakan tak begitu beda dengan kondisi di Aleppo. Para muslim ini harus menderita kekurangan makan dan minum.

Pemerintah Myanmar masih menutup akses bantuan yang datang dari internasional yang ditawarkan PBB dan lembaga kemanusiaan lain untuk suku Rohingya. Hal ini disampaikan Staf Asisten Perlindungan Komisioner Tinggi untuk Pengungsi PBB (UNHCR) Nurul Rochayati.

Penderitaan suku Rohingya yang kini mengkhawatirkan semakin bertambah, pasalnya semua bantuan kemanusiaan tidak diperbolehkan masuk. Terkait penutupan itu Pemerintah Myanmar mengklaim, jika kebutuhan dasar suku Rohingya masih ditanggung Myanmar.

Baca Juga: Warga Aleppo: "Tidak ada yang tersisa kecuali darah dan air mata di tempat saya berasal."

“UNHCR hingga saat ini tak mempunyai akses ke Rakhine. Kami meminta agar Myanmar segera membuka aksesnya sehingga UNHCR bisa segera menyalurkan bantuan kepada suku Rohingya,” kata Nurul yang dilansir Republika, Rabu (14/12/16).


Mengenaskan

Nurul mengatakan, semua bantuan sudah siap disalurkan. Bahkan, negara-negara tetangga siap memberikan bantuan tambahan jika dirasa kurang.

“Kami sudah mengirim delegasi tingkat tinggi ke Pemerintah Myanmar untuk meminta agar Myanmar membuka akses bagi bantuan PBB maupun lembaga kemanusiaan lain. Saat ini suku Rohingya sangat membutuhkan bantuan,” paparnya.
loading...
Top