Aksi 212: Nenek Pemulung ini Menangis Hanya Bisa Menyumbang Rp 2000


Ilustrasi foto Daily Mail

Aksi Bela Islam Jilid III kali ini bisa dikatakan lebih banyak umat muslim yang berpartisipasi, tak hanya secara langsung datang menyampaikan aspirasi namun banyak yang memberikan sumbangan berupa bantuan logistik dan uang yang berdatangan tiada henti.

Masyarakat yang menyumbang berasal dari berbagai kalangan.

Mulai dari konglomerat negara asing, hingga seorang nenek tua, yang bekerja sebagai pemulung.

Dikutip dari warta kota, seorang panitia dari Posko Moslem Care Community, Ade Wijaya menceritakan kisah tersebut.

"Ibu itu mendatangi saya sore tadi. Mohon maaf, nenek tua itu berpakaian lusuh," kata Ade di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).

Baca Juga : Dapur Dadakan, Sajikan Ribuan Nasi Bungkus untuk Peserta Aksi 212

Nenek tua bernama Siti itu, sambung Ade, menghampirinya sambil menggenggam sejumlah uang yang dikepalkan di tangan kanannya.

"Beliau bertanya ke saya, 'Pak apa diterima saya menyumbang uang hanya segini (Rp 2.000). Saya ingin berjuang, namun fisik saya sudah tidak kuat'. Begitu katanya kepada saya," ujarnya.

Kemudian, sambil memberikan uangnya, nenek tersebut menangis sambil berkata bahwa sumbangan tersebut untuk membantu para mujahid membela agamanya.

"Nenek itu menangis, dia bilang semoga bantuan saya yang sedikit ini bisa membantu para mujahid," kata Ade.

loading...
Top