"Akhir-akhir Ini Orang Lupa Bedanya Kritik dan Menjelekkan" Ungkap Presiden Jokowi


Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan pembukaan dalam Munaslub Partai Hanura. Dia bicara soal kritik yang akhir-akhir ini mengalami pembiasan makna.

"Jangan sampai energi kita habis untuk hal-hal yang tidak perlu, tidak produktif seperti yang kita alami akhir-akhir ini. Apa bedanya kritik dan menghina? Orang lupa sekarang mana kritik mana menjelek-jelekkan," ujar Jokowi dikutip dari Detik.

Kritik dewasa ini menjadi identik dengan penghasutan. Akibatnya, energi bangsa Indonesia habis untuk hal-hal seperti itu.

"Mana yang kritik dan mana yang menghasut, mana yang kritik mana yang ujaran kebencian, mana yang kritik dan mana yang makar, padahal ini berbeda jauh sekali. Jangan sampai energi kita habis untuk seperti ini," ungkap Jokowi.

Ketika energi bangsa Indonesia habis untuk mengurusi hal itu, kata Jokowi, pembangunan menjadi terlupakan. Maka itu, pemerintah tetap menjalankan program-program pembangunan.

Jokowi kemudian bercerita bagaimana dia menetapkan BBM satu harga untuk Papua. Program yang bertujuan baik bagi pembangunan Papua ini pun sempat mendapat hinaan dari sejumlah pihak. Terlebih ketika PT Pertamina harus menanggung Rp800 miliar untuk menutupi biaya pengiriman BBM ke Papua.

"Dulu kita kasih subsidi BBM Rp 3.000 triliun pada diam, sekarang Rp 800 miliar untuk rakyat Papua kok ramai? Mentang-mentang selama ini Papua diam saja dengan harga bensin Rp 60.000?" tutup Jokowi.
loading...
Top