2 Mahasiswa Jual Online Puluhan Cewek Usia 22 Paling Murah Rp 3 Juta 2 Jam


Ilsutrasi

Teknologi ketika berada ditangan orang yang salah, maka efeknya bisa merusak banyak hal. Seperti contoh kali ini yang berhasil dibongkar Subdit II Perbankan unit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. Yakni prostitusi online yang menyediakan jasa layanan plus plus mahasiswi cantik di Surabaya untuk kalangan pejabat dan pengusaha. Dua mucikari yang masih berstatus mahasiswa, AP, 21, warga Jalan Kartini, Lamongan dan UY, 20, (cewek) asal Surabaya ditangkap.

Sesuai hasil penyidikan sementara, jumlah anak buah mencapai puluhan cewek. Mulai pelajar, dancer dan kalangan mahasiswi. Bisnis esek-esek yang dikendalikan UY dan AP tergolong high class dan cewek yang ditawarkan usianya 22 tahun ke bawah. Tarif yang dibanderol tersangka paling murah Rp 3 juta dengan waktu 2 jam.

"Dalam sehari rata-rata tersangka bisa menjual 3 cewek," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (20/12) dikutip dari tribunnews. Sindikat perdangangan manusia itu dibongkar petugas, Senin (19/12) malam. Tersangka saat itu menawarkan anak buahnya lewat media sosial (Medsos) Line dan WhatsApp.


Dua mucikari online, AP dan UY yang menyediakan jasa layanan plus plus mahasiswi saat dirilis di Bid Humas Polda Jatim, Selasa (20/12). 

Setelah harga disepakati Rp 3 juta, tersangka menghubungi konsumen dan janjian di sebuah hotel kawasan Surabaya Selatan. Salah satu isi percakapan tersangka dengan konsumen,

TSK (tersangka): Kuliah ada yang dancer dan ada yang baru lulus SMA abang.

LHB (lelaki hidung belang): Yg kuliah yg mana cin.

TSK: Yg 3 juta gimana bang?

LHB: Beres cin.

LHB: Oke....

TSK: Berarti kalo yg 3 juta bisa 5 cewe sayang.

LHB: 3juta itu 1 cewe ya cin.

LHB: Ngasik cewekny.

TSK: Yg 3 juta tadi yg bawa baju item bang.

TSK: Yg fotonya aku kirim terakhir.

TSK: Kalo iya ya bsok anakny aku lobby.

Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka UY tugasnya komunikasi dengan calon konsumen. Setelah ada kesapakatan, lelaki hidung belang menerima notifikasi nomor kamarnya. Karena tarif Rp 3 juta itu inklud kamar hotel dan pembayarannya setelah melakukan hubungan intim. Sistim perekrutan yang dilakukan kelompok ini syaratnya cukup ketat. Untuk merekrut ayam kampus ini dari rekomendasi sesama teman seprofesi sehingga tidak sembarang perempuan dapat masuk.

"Pelaku hanya memilih perempuan cantik yang bertubuh tinggi semampai, berkulit putih, langsing, dan berpenampilan menarik," ungkap Kombes Barung.

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel, menjelaskan layanan esek-esek yang dikendalikan UY dan AP tergolong ekslusif. Karena hanya orang tertentu yang bisa membooking karena penyebarannya hanya orang tertentu saja.

"Mereka tergiur karena mendapat bagian 30 persen dari total booking. Tersangka mendapat bagian Rp 900.000," jelasnya. Tersangka AP dan UY tidak hanya melayani di Surabaya saja. Namun juga membuka di kota lain (open expo), melayani sesuai permintaan pelanggan.

"Pelaku pernah transaksi layanan seks dengan pelanggan di Trawas, Kota Batu dan sejumlah kota di Jatim," ujarnya. Dalam penangkapan ini, penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 3, 5 juta, tiga smartphone, ATM Bank Mandiri dan tiga dus kondom berwarna biru.

"Tersangka kami jerat Pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdangan Manusia (human trafficking) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," ungkapnya.
Top