Warga Malang, Waspadai Hoax Yang Mulai Berdar di Area Malang















Setelah gempa bumi tektonik dengan kekuatan 6,2 skala richter mengguncang Malang, Jawa Timur, sekitar pukul 22.10 WIB, Rabu, kini mulai bermunculan gambar hoax atau bohong, terkait dampak kerusakan bencana ini.

BACA JUGA : Media Sosial Facebook, twitter dan Google Dituding Sebarkan Isu, Hoax dan Kebencian

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, menyebut pihaknya masih mendata dampak gempa ini. Pihaknya belum berani menyimpulkan secara pasti tingkat kerusakan yang terjadi.

"Sampai saat ini kami masih asesmen. Kami belum berani menentukan, karena sejak tadi malam banyak informasi kerusakan tapi tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Lutfi.

Ada beberapa wilayah kecamatan yang saat ini masih dilakukan penilaian kerusakan petugas BPBD. Diantaranya Kecamatan Sumbermajing Wetan, Sitiarjo, dan Donomulyo. "Benar atau tidak informasi itu masih kita lakukan asesmen," ucap Lutfi.

Sementara itu, Sekretaris Palang Merah Indonesia Kabupaten Malang, Aprillijanto, mengatakan pihaknya sedang melakukan penilaian ke berbagai kecamatan. Dia berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi gambar bohong yang banyak beredar setelah gempa bumi mengguncang wilayah Malang dan sekitarnya.

"Banyak informasi hoax. Seperti informasi jembatan putus dan jalan rusak di daerah Sendang Biru dan korban meninggal akibat gempa. Setelah kami cek ternyata hoax. Tapi memang ada yang benar mengalami kerusakan ringan seperti teras dan genting, namun tidak ada korban," ujar Aprillijanto.
loading...
Top