Wakil Ketua Komisi III DPR-RI, Beranggapan Ledakan di Oikumene Sebagai Pengalihan Isu Kasus Ahok

 

Desmond J Mahesa, Wakil Ketua Komisi III DPR-RI, beranggapan ledakan yang terjadi di Gereja Oikumene pada Ahad 13 November 2016 dinilai sebagai pengalihan isu penistaan agama yang dilakukan Gubernur Ahok.

Dilansir dari Islampos, Ia mengungkapkan, “Kita harus melihat apakah ini murni karena memang ini teroris, tujuannya apa? Di tengah kondisi hari ini yang suasana politik agak panas, akibat demo tanggal 4 dan sampai sekarang masih terasa, apakah ini bukan dari pada mainan?”.

BACA JUGA : Sempat Mangkir Dari Pemeriksaan Pertama, Ketua HMI Akan Jalani Pemerikasaan

Lebih lanjut Desmond menjelaskan, terjadinya ledakan ini menunjukan fungsi pengawasan dan pembinaan Badan Nasional Penangulangan Terorisme / BNPT telah gagal. Pasalnya, pelaku peledakan bom tersebut merupakan tahanan terorisme.

“Ini kan pelakunya mantan pelaku teror yang sudah masuk Lapas, itu kan dalam pengawasan BNPT‎, kalau ada yang melakukan bom lagi, berarti kan pengawasan itu gagal,” ujar politikus Partai Gerindra itu.

Ia pun meminta agar suasana yang tidak kondusif seperti ini segera ditangani, tidak boleh lamban agar tidak terjadi seperti di kasus Poso.

“Proses penanganannya lamban dan tidak memuaskan masyarakat muslim Poso. Ini yang terjadi kemudian, pascaitu, Santoso masuk Lapas karena melakukan perampokan dan setelah itu jadi teroris beneran,” tutupnya.
Top