Ucapkan 3 Kata Ajaib yang Sering Dilupakan Ini Agar Hidupmu Lebih Berarti Lagi


Hidup manusia sebagai mahkluk sosial memang tak pernah lepas dari tolong-menolong. Sebuah lagu anak-anak yang menggambarkan tentang kehidupan manusia dan bagimana caranya untuk membalas kebaikan yang menolong adalah sebuah bentuk rasa penghargaan kepada orang tersebut. Tiga kata ajaib yang mampu mengubah sikap seseorang yang sering dilupakan adalah kata tolong, maaf, dan terima kasih.

Baca juga : Cara Aman Menyelamatkan Diri Saat Terjadi Gempa, yang Orang Sering Nggak Kepikiran.

Ketiga kata yang cukup sederhana, namun mampu membuat dunia menjadi lebih baik dengan mantra yang tak terlihat, namun mampu masuk ke dalam hati manusia untuk tersenyum. Apalagi di zaman sekarang ketika ritme hidup di kota-kota besar sudah makin cepat dan penuh tuntutan, seakan-akan tak ada waktu lagi untuk sekadar berucap tolong, maaf, dan terimakasih. Padahal kata-kata sederhana itu penting untuk mengingat sisi manusia yang selalu butuh bantuan, tak lepas dari kesalahan, dan selalu harus bersyukur untuk anugerah-Nya.

Berikut ini adalah bagaimana pentingnya mengatakan tiga kata ajaib yang mempunyai mantra yakni tolong, maaf, dan terima kasih.

1. Tiga kata yang mungkin terdengar sederhana ini melambangkan skill penting untuk bisa bertahan hidup. Rendahnya kadar kemanusiaan kini, buat tiga kata bermakna ini sering dianggap basa-basi


Tak ada perasaan hatimu jika tak dikeluarkan lewat kata-kata. Tolong, maaf, dan terimakasih adalah tiga kata yang menjadi penghubung kita dengan sesama. Dalam praktiknya, kita memang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Ketiga kata ini menggambarkan ragam hubungan manusia yang paling penting. Tak ada manusia yang bisa mandiri dengan sendirinya. Pasti butuh bantuan dan bimbingan orang lain. Jadi kemampuan untuk minta tolong itu mutlak dimiliki siapapun. Begitu pula dengan permintaan maaf. Manusia itu penuh ketidaktahuan dan kekurangan, jadi pastilah tak bisa lepas dari kesalahan, dan yang paling penting adalah mengucapkan terimakasih sebagai rasa syukur. Mereka yang sering lupa bersyukur dan berterimakasih atas bantuan orang lain, hidupnya akan dipenuhi kesedihan. Karena orang-orang ini tak tahu caranya menghargai kebahagiaan.

2. Justru kepada orang terdekat, kita jarang menunjukkan apresiasi. Entah memang lupa atau menanggapnya sebagai kewajaran yang tak perlu diungkapkan dengan kata-kata


Pelajaran yang sering lupa adalah bahkan kepada orangtua sendiripun kita harus tetap mengucapkan kata tolong, maaf, dan terimakasih. Justru dengan orang yang baru kenal kita pastikan tak lupa bersopan santun, dengan orang-orang terdekat malah sering semena-mena. Terlebih, anak-anak yang sering dimanja oleh orangtuanya akan sulit menerima kenyataan bahwa tak semua hal yang diinginkan akan dapat terkabul. Anak yang sejak dini tahu cara yang baik untuk meminta bantuan, maaf, dan berterimakasih, akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan luwes dalam bergaul. Meski mungkin tidak tega harus selalu hitung-hitungan dengan anak sendiri, tapi percayalah itu salah satu pendidikan terbaik yang bisa orangtua berikan demi masa depan mereka.

3. Hidup yang penuh tuntutan tanpa disadari membangunkan sisi egois manusia. Konsep ‘Lo-lo, gue-gue’, membuat kita seolah-olah hidup sendiri


Hidup yang semakin sibuk ini memang memaksa kita untuk melangkah cepat-cepat. Kebutuhan yang harus dipenuhi, target-target yang harus dicapai, dan pencapaian-pencapaian besar yang harus diraih sesuai dengan yang ditentukan tanpa sadar menyuburkan sisi egois dalam diri kita. Setiap orang punya tujuan hidup yang harus dicapai dengan usaha sendiri. Segala yang serba sendiri ini juga membuat kita seolah-olah hidup sendiri. Jangankan kehangatan yang harus diberikan kepada sesama, etika untuk hidup bersama saja sering terlupakan dengan mudahnya. Padahal apa susahnya berkata tolong saat minta bantuan, terima kasih setelah mendapat bantuan, dan maaf saat melakukan kesalahan?

4. Kata tolong, maaf, dan terima kasih adalah kode etika hidup berdampingan. Jika tak ingin merasa kesepian, sering-sering ucapkan tiga kata sederhana ini


Meski hanya satu kata, tolong, bisa mengubah makna dengan begitu hebatnya. Kata itu bisa mengubah level dua orang yang sedang berbicara. Lewat permintaan tolong, kamu dan dia berada di level yang sama. Tanpa kata tolong, sebuah kalimat permintaan mengisyaratkan hierarki dan penindasan. Karena ada beda yang jelas antara minta bantuan dan memerintah seseorang. Tak ada juga manusia yang bisa menjalani hidupnya tanpa sekalipun berhadapan dengan situasi dimana dirinya harus meminta maaf. Kalaupun ada orang yang berbangga diri karena merasa tak pernah berbuat salah, pastinya hidupnya sepi karena dijauhi orang. Sementara terima kasih akan mengakhiri dengan cantik sebuah aksi saling membantu sebagai wujud kemanusiaan sekaligus wujud rasa syukur atas kebaikan yang kita terima.

Baca juga : Inilah Alasan Kenapa Kita Harus Berterimakasih Pada Ayah

5. Meski sederhana, tiga kata itulah yang membuat kita disebut manusia. Belajar berempati dan bersyukur atas segala kebaikan di bumi


Tiga kata yang membuat kita merasa menjadi manusia. Tolong, terima kasih, dan maaf memang kata-kata yang sederhana. Namun tiga kata itulah yang membuat kita menjadi seseorang yang menghuni bumi bersama orang-orang lainnya. Etika dan sopan santun yang terkandung di sana mengajari kita tentang kerendahan hati dan menghargai segala kebaikan sekecil apapun itu. Upaya mengakui kesalahan bisa mengasah rasa empati dalam diri, sehingga bisa menjadi lebih peduli kepada sesama. Namun membiasakan diri bukan berarti mengobral ketiga kata itu sehingga maknanya pun jadi hambar. Membiasakan diri, berarti menempatkan setiap kata dalam konteks dan fungsinya, bukan sekadar untuk basa-basi saja.

Dengan mempelajari dan mengamalkan tiga kata tersebut, maka kita akan menjadi seseorang yang lebih bijak. Coba sendiri mantra apa yang bisa digunakan dengan menggunakan ketiga kata tersebut. So, jangan lupa untuk mengatakan please, sorry, and thank you!
loading...
Top