Ternyata 3 Komoditas Unik Daerah Ini Laris Manis Diluar Negeri

Produk ekspor Indonesia faktanya mampu menjadi primadona negara lain. Rempah-rempah, biji kopi, hingga kerajinan tangan daerah mampu menembus pasar dunia.



Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif (Januari-September 2016), mengalami surplus sebesar USD5,67 miliar, dengan total ekspor sebesar USD104,36 miliar.

Indonesia memang memiliki produk-produk unik dari berbagai daerah sebagai komoditi ekspor. Berikut adalah 3 di antaranya seperti yang dikutip dari laman Merdeka.com:

1. Minyak oles


Minyak oles yang diproduksi oleh salah satu industri obat tradisional, PT Karya Pak Oles Tokcer Bali yakni Minyak Oles Bokashi (MOB) berhasil masuk pasar ekspor.

Menurut pengakuan Direktur Utama PT Karya Pak Oles Gede Ngurah Wididana, MOB sudah diekspor ke Rusia, China, Hongkong, India, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Selandia Baru, Pakistan, Singapura, Srilanka, Thailand dan Vietnam.

Gede Ngurah Wididana menjelaskan, pihaknya memproduksi minyak oles yang berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit mulai dari kutil, kapalan, luka baru, luka bakar, hingga digigit serangga ini mulai 1998. Berawal dari menemukan sebuah formula ekstrak minyak tanaman obat yang difermentasi dengan teknologi Effective Migroorganisme (EM).

2. Mahkota Raja


Kerajinan ekonomi kreatif berupa mahkota raja atau 'kuluk manten' yang diproduksi perajin Desa Sambon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mampu menembus konsumen mancanegara.

Seorang perajin kuluk manten, Heri Sanjoyo (55) mengatakan, usaha kerajinan yang ditekuni sejak 1974 kini mampu menembus konsumen luar negeri antara lain Thailand, Suriname dan Belanda.

Selain itu, kata Heri, pelanggan dari pasar lokal di Indonesia juga cukup ramai. Pelanggan lokal datang dari Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Menurut dia, permintaan kerajinan 'kuluk manten' rata-rata mencapai 200 buah per bulan. Ia menjualnya dengan harga bervariasi mulai dari yang paling murah Rp9.000 hingga paling mahal Rp225 ribu per buah.

3. Kaki kodok


Komoditas daging kodok asal Indonesia tetap laris manis di pasar dunia. Meski saat ini terjadi krisis ekonomi dunia, daging kodok tetap eksis di hati konsumen luar negeri.

Hal ini terlihat dar capaian ekspor paha kodok Sumatera Utara ke Belgia yang nilai ekspornya tahun ini naik 8,37 persen menjadi US$1,178 juta.

"Nilai ekspor paha kodok Sumut ke Belgia pada Januari-Agustus berasal dari pengiriman sebanyak 218,6 ton," kata staf bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Fitra Kurnia.

Paha kodok, menurutnya, termasuk salah satu golongan barang andalan ekspor Sumut. Meski terjadi pengurangan negara tujuan ekspor namun nilai komoditi ini tetap tinggi.
Top