Tergolong Lima Ponsel Terlaris, Vivo Belum Puas dan Masih Incar Posisi Tiga Besar Pasar Smartphone Indonesia



Vivo Indonesia telah mencanangkan target untuk masuk ke tiga besar pasar smartphone Indonesia sampai pengujung 2017. Vendor asal Tiongkok itu sudah ‘puas’ bermain di ranah offline.

BACA JUGA : Pentingnya Tau Manfaat Latihan Trampolin Untuk Tingkatkan Kesehatan. Baca Disini

Product Manager Vivo Indonesia, Kenny Chandra, menjelaskan bahwa saat ini Vivo sudah berada di lima besar sehingga tahun depan pihaknya menyasar untuk lebih agresif lagi.

“Saat ini kita (Vivo) sudah di lima besar. Kita kerja sama dengan lembaga survei tapi tidak bisa sebut nama. Akhir tahun depan kita sasar bisa masuk tiga besar di pangsa ponsel Indonesia,” ucap Kenny usai peluncuran Vivo V5 di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Jakarta.

Vivo sendiri berdiri sejak 2009, yang pada tahun 2011 menyebar di lebih dari 100 negara di dunia. Sementara untuk masuk ke Indonesia, Vivo baru mengekspansinya pada tahun 2014.

Selama dua tahun terakhir, pergerakan Vivo dilakukan secara offline. Cara tersebut, tentunya berbeda dengan cara vendor kebanyakan yang tancap gas berjualan secara online.

“Kebanyakan di offline, pasar terbesar kita memang di offline lebih dari 50 persennya. Kenapa offline? Karena masyarakat Indonesia masih butuh pengalaman merasakan produk secara langsung. Kalau beli di online, soal kepercayaan, takut ditipu dan lainnya,” tuturnya.

Setelah kuat di offline, Vivo pun memulai membidik pasar online. Hal itu diharapkan dapat mendongkrak posisi Vivo untuk merangsek masuk ke tiga besar pangsa pasar ponsel di Tanah Air.

“Sekarang Vivo sudah masuk iklan TV. Itu diharapkan dapat meningkatkan branding kita. Offline kita sudah rata tinggal branding saja sekarang ini,” ucapnya.
loading...
Top