Terbukti Secara Ilmiah, Ini Kedahsyatan Tidur Sesuai Tuntunan Rasulullah


Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur.

Tidur Rosulullah saw merupakan cara tidur yang sangat baik bagi kesehatan. Setiap posisi dan waktu yang beliau pilih untuk tidur sangat bermakna bagi kesehatan bahkan jauh sebelum ilmu kedokteran berkembang seperti sekarang. Ibnu Qayyim berkata, “Barangsiapa yang memperhatikan pola tidur dan bangun beliau, niscaya mengetahui bahwa tidur beliau tersebut paling proporsional dan paling bermanfaat untuk badan, organ, dan kekuatan."

Dan berikut adalah beberapa kebiasaan Rasulullah seputar tidur:

Tidur di Awal Malam dan Bangun di Akhir Malam


Tidur yang berkualitas di malam hari merupakan upaya optimalisasi dalam detoksifikasi untuk menetralisir toksin yang mengontaminasi tubuh. Detoksifikasi tubuh, terjadi terutama pada hati, tercapai optimal saat tidur. Mekanisme tersebut berkaitan erat dengan diproduksinya antioksidan sebagai penetral toksin. Pada tidur yang berkualitas, detoksifikasi hati dapat berjalan optimal, khususnya dalam pembentukan asam amino glutathione sebagai antioksidan yang menetralisasi stres oksidatif dan radikal bebas.

Tidak Tidur Sebelum Sholat Isya


Meski membiasakan diri tidur di awal malam, namun Rasulullah saw. pantang tidur sebelum menunaikan shalat Isya. Ini adalah cara agar sholat Isya bisa lebih kusyu' dan tidur setelahnya membuat menjadi lebih rileks.

Membaca Surat Al-Iklas, Al-Falaq dan An-Nass


Agar terlindung dari hal-hal buruk ketika tidur, serta dengan mengusap bagian tubuh tertentu akan membuat syaraf yang sebelumnya tegang menjadi lebih santai.

Berwudhu Sebelum Tidur


Sunnah berwudhu sebelum tidur akan menjaga kita tetap dalam keadaan suci. Berwudhu sebelum tidur dapat membantu proses peremajaan kulit. Dengan kemampuannya menetralisir zat-zat tertentu, air wudhu dapat mengangkat kotoran yang ada di wajah sehingga membuatnya dapat terlihat bersih dan cerah. Terjaganya kelembaban kulit pada bagian wajah inilah yang dapat membuat seseorang menjadi terlihat lebih muda dari usia sebenarnya.

Berdoa


Selain meminta perlindungan, doa juga bisa menjadikan pikiran lebih tentram. Doa juga bisa membuat hati lebih percaya sehingga tidak gampang terkena insomnia.

Apakah Boleh Tidur Tengkurap?


Dr. Zafir al-Attar berkata “Seseorang yang tidur dengan cara tengkurap di atas perutnya setelah suatu periode tertentu akan mengalami kesulitan bernafas karena seluruh berat badannya akan menekan ke arah dada yang menghalangi dada untuk merenggang dan berkonstraksi saat bernafas. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan asupan oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak.”

Peneliti dari Australia telah menyatakan bahwa terjadi peningkatan kematian pada anak-anak sebesar tiga kali lipat saat mereka tidur tengkurap dibandingkan jika mereka tidur dengan posisi menyamping. Sedangkan Majalah “Times” mempublikasikan hasil sebuah penelitian di Inggris yang menunjukan peningkatan tingkat kematian mendadak pada anak-anak yang tidur tengkurap.

Tidur menghadap tubuh ke sebelah kanan


Posisi tidur Nabi saw setelah miring kesebelah kanan Kemudian, beliau berbalik bertumpu sedikit pada sisi kiri, supaya dengan begitu proses pencernaan lebih cepat karena condongnya lambung di atas hati. Kemudian beliau kembali tidur bertumpu pada sisi kanan lagi, agar makanan segera larut dari lambung; jadi posisi permulaan dan posisi terakhir tidur bertumpu pada sisi kanan.

Pada akhirnya Rasulullah saw memberikan petunjukkanya kepada kita tentang bagaimana hendaknya kita tidur ucapkan doa berikut, ‘Ya Allah sesungguhnya aku menyerahkan jiwaku kepada-Mu. Aku serahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku ‘sandarkan punggungku’ pada-Mu, suka ataupun tidak, karena tiada tempat berlindung dan tempat bermohon dari azab-Mu kecuali hanya pada-Mu. Aku beriman kepada Nabi-Mu yang telah Kau utus.’ Jadikanlah itu sebagai akhir dari perkataanmu (sebelum tidur), seandainya kau mati pada tidurmu itu, maka matimu adalah kematian di atas fitrah.
loading...
Top