Tahapan Mendidik Anak A la Rasulullah, Ayah dan Bunda Harus Tahu Kapan Waktunya Menempatkan Diri


Orang tua mana yang tidak ingin anaknya soleh? Siapa yang tidak ingin punya anak soleh? Rajin solat, bisa baca Quran, hafal surat-surat di dalam Al-Quran, budinya baik, patuh sama orang tua. Wah, sungguh idaman bukan?. Kita sebagai orangtua lebih banyak mengandalkan guru maupun tempat les untuk mencerdaskan anak-anak kita, padahal kunci cerdasnya anak, justru ada di rumah, ada pada kedua orangtua.

Baca juga : Inilah Kesalahan Menghukum Anak yang Biasa Terjadi, Namun Tidak Dibenarkan dalam Islam

Orangtua perlu memahami bagaimana tahapan mendidik anak sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah tahapan cara mendidik anak ala Rasulullah yang insya Allah dapat mencerdaskan anak-anak kita, baik secara intelektual maupun emosional.

1. Umur 0-6 tahun


Pada masa ini, Rasulullah s.a.w menyuruh kita untuk memanjakan, mengasihi dan menyayangi anak dengan kasih sayang yang tidak berbatas. Berikan mereka kasih sayang tanpa mengira anak sulung maupun si bungsu dengan bersikap adil terhadap setiap anak-anak. Tidak boleh dipukul sekiranya mereka melakukan kesalahan walaupun atas dasar untuk mendidik.

Sehingga, anak-anak akan lebih dekat dengan kita dan merasakan kita sebagai bagian dari dirinya saat besar, yang dapat dianggap sebagai teman dan rujukan yang terbaik. Anak-anak merasa aman dalam meniti usia kecil mereka karena mereka tahu anda (ibu bapak) selalu ada disisi mereka setiap masa.

2. Umur 7-14 tahun


Pada tahap ini kita mula menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab kepada anak-anak. Menurut hadits Abu Daud, “Perintahlah anak-anak kamu supaya mendirikan shalat ketika berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkan shalat ketika berumur sepuluh tahun dan asingkanlah tempat tidur di antara mereka (lelaki dan perempuan). Pukulan itu pula bukanlah untuk menyiksa, cuma sekadar untuk mengingatkan mereka. Janganlah dipukul bagian muka karena muka adalah tempat penghormatan seseorang. Allah SWT mencipta sendiri muka Nabi Adam.

Sehingga, anak-anak akan lebih bertanggung jawab pada setiap suruhan terutama dalam mendirikan sholat. Inilah masa terbaik bagi kita dalam memprogramkan kepribadian dan akhlak anak-anak mengikut acuan Islam. Terserah pada ibu bapak apakah ingin menjadikan mereka seorang muslim, yahudi, nasrani ataupun majusi.

3. Umur 15-21 tahun


Inilah fase remaja yang penuh sikap memberontak. Pada tahap ini, ibu dan ayah seeloknya mendekati anak-anak dengan berteman dengan mereka. Memperbanyak bercanda dan berbincang dengan mereka tentang perkara yang mereka hadapi. Bagi anak remaja perempuan, berdiskusi dengan mereka tentang masalah ‘haid’ mereka dan perasaan mereka ketika itu. Jadilah pendengar yang setia kepada mereka.

Sekiranya tidak setuju dengan tindakan mereka, hindari menghardik atau memarahi mereka terutama dihadapan saudara-saudaranya yang lain, tetapi gunakan pendekatan secara diplomasi walaupun kita adalah orang tua mereka. Sehingga, tidak ada orang ketiga atau orang asing yang akan hadir dalam hidup mereka sebagai tempat rujukan dan pendengar masalah mereka. Mereka tidak akan terpengaruh untuk keluar rumah untuk mencari kesenangan lain karena memandang semua kebahagian dan kesenangan telah ada di rumah bersama keluarga.

Baca juga : Ajarkan Kata Ajaib Ini Pada Si Kecil, Bunda Cerdas Wajib Tau Mantra Uniknya!

4. Umur 21 tahun keatas


Fase ini adalah masa ibu dan ayah untuk memberikan penuh kepercayaan kepada anak-anak dengan memberi kebebasan dalam membuat keputusan mereka sendiri. Orang tua hanya perlu memantau, menasehati dengan diiringi doa agar setiap tindakan yang diambil mereka adalah betul. Berawal dari pengembaraan kehidupan mereka yang benar di luar rumah. Dengan segala displin yang diasah sejak tahap ke-2 sebelum ini cukup menjadi benteng diri buat mereka. Orang tua jangan pernah lelah untuk menasehati mereka, karena kalimat nasehat yang diucapkan sebanyak 200 kali atau lebih terhadap anak-anak mampu membentuk tingkah aku yang baik seperti yang orang tua inginkan.
loading...
Top