Sungguh Biada, Beralasan Mengetes Keperawanan, Ayah Ini Gerayangi Anaknya Sendiri Sebanyak 4 Kali

SA (36), seorang ayah di Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), mendekam dalam sel tahanan Mapolres Ketapang, Selasa (16/11/2016).

Penahanan SA merupakan tindak lanjut laporan yang mengatakan dia menyetubuhi putri kandungnya berinisial HF (16).



SA pun ditangkap di kediamannya, Sabtu (12/11/2016) lalu, tanpa perlawanan.

Seperti yang diberitakan tribunnews.com "Kasus ini terbongkar setelah korban menceritakan perbuatan tersangka ke pamannya di Simpang Dua," kata Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Putra Pratama di Mapolres Ketapang, Rabu (16/11/2016).

Baca Juga : Seperti Kesetanan, Pria Ini Tega Aniaya Bocah Usia Tahun yang Tak Lain Pacar Ibunya

Mendapat laporan, polisi langsung menangkap pelaku di kediamannya, pukul 23.00 WIB.

Kemudian polisi melakukan visum terhadap korban.

"Hasil visum positif ada bekas kekeresan seksual di kemaluan korban. Berdasarkan pengakuan korban, tersangka sudah empat kali menyetubuhinya," kata Kasat.

Kasat menambahkan, korban mengaku disetubuhi tersangka dalam ancaman.

Tersangka mengancam korban menggunakan mandau bahkan senjata api rakitan.

Tersangka mengancam agar korban tak menceritakan perbuatan bejatnya kepada orang lain.

"Saat digeledah, ditemukan sebilah mandau dan senjata api rakitan dalam kamar rumah tersangka," katanya.

Menurutnya, tersangka akan diancamn telah melanggar peraturan tentang perlindungan anak.
"Ancaman hukumannya 15 tahun penjara ditambah sepertiga hukuman bagi pelaku yang merupakan orangtua atau tenaga pendidik," ujarnya.

Di hadapan polisi SA mengakui perbuatan bejatnya.



"Memang saya menyetubuhi anak saya sendiri," kata SA, di Mapolres Ketapang, Rabu (16/11/2016).

Jangan Lewatkan : Kaget Ahok Ditetapkan Sebagai Tersangka Pria Ini Langsung Tancap Gas Menuju Rumah Lembang Untuk Ungkapkan..

Namun ia mengaku sebenarnya tak ada niat menyetubuhi korban.

Ia melakukannya karena kesal setelah mendengar cerita putrinya mengaku sudah tidak perawan.
Putrinya juga mengaku jual diri selama bersama mantan istri tersangka di Kabupaten Landak, Kalbar.

Tersangka menceritakan, sejak usia tiga bulan hingga 16 tahun putrinya tinggal bersama ibunya.
Sedangkan ia tinggal di Ketapang setelah bercerai sama ibu kandung korban sejak tahun 2000 silam.

Kemudian sekitar tiga bulan lalu ia berkomunikasi dengan korban. Saat itu korban sendiri yang menghubunginya.

Menurutnya korban mendapatkan nomor ponselnya dari keluarga mantan istrinya.

Dalam perbincangan di telepon, korban bertanya apakah benar ia bapaknya.

Tersangka pun membenarkannya dan korban memina ditemui di Landak tempat mantan istrinya.
"Ia (korban-red) minta dijemput karena ingin ikut saya ke Ketapang," jelasnya.

Kemudian ia menghubungi mantan istrinya membicarakan permintaan korban.

Mantan istrinya mempersilakan tersangka mengambil jika mampu mendidik korban, lantaran mantan istrinya mengaku tidak tahan karena korban sering melawan.

Ia pun menjemput anaknya pada pertegahan bulan lalu di sekolahan di Landak. Ia mencoba memberitahun mantan istrinya melalui telepon.

Karena telepon tak diangkat, ia pun langsung membawa korban ke Ketapang.

"Di Simpang Dua ia tinggal bersama saya dan istri baru saya dan dua anak saya yang masih kecil. Saat tinggal di rumah, ia bercerita kalau dirinya selain sekolah juga menjajakan diri di Landak," tuturnya.

Mendengar hal tersebut ia kesal dan ingin mengetes kebenaran cerita anak kandungnya itu.
"Niat saya ingin tahu apakah benar ia (korban-red) sudah tidak perawan. Makanya saya ingin mengetesnya langsung," kata SA.

Ia mengaku empat kali mengetes kebenaran cerita korban. Pertama di sungai, kedua di tegah ladang dan ketiga di rumahnya.

Tiga kali dilakukannya pada malam tapi hanya sebatas memegang-megang.

Saat ke empat kalinya pada dini hari, SA menyetubuhi putrinya yang tengah tidur.

Setelah perbuatan itu, SA semakin kesal sama putrinya, lantaran cerita korban benar sudah tidak perawan.

SA mengaku sempat menangis dan memukul dinding karena kesal.

"Saya salah dan bodoh. Seharusnya saya visum saja dia tanpa harus mengetesnya langsung. Saya sangat menyesal," kata SA.
Top