Subhanallah, inilah Perumpamaan Allah Terhadap Kenikmatan Dunia yang Tak Sebanding Dengan Akhirat



Sebagian orang banyak yang beranggapan, bahwa bahagia itu mudah. Begitu juga dengan kemaksiatan, lihat saja, kita cukup diam dan memperhatikan tingkah dizaman ini. Banyak yang menyimpang bukan? Generasi muslim yang harusnya sibuk memperbaiki diri kini mereka sibuk melakukan kemaksiatan, mereka acuh dengan bahayanya, mereka tak pandang dimana mereka melakukan kemaksiatan itu.

BACA JUGA : Sungguh Miris, Seorang Bayi Tak Berdosa Ditinggalkan Begitu Saja Didepan Masjid Dengan Selembar Surat yang Isinya Ketidak Mampuan Merawat

Ingatlah bahwa manisnya maksiat hanya sesaat, dan akan diikuti oleh pahitnya penyesalan. Seharusnya kita menyadari kesenangan seperti itu hanya menimbulkan mudharat bukan faedah untuk diri kita. Coba kita renungkan firman-Nya dalam Surat Al-Hadid Ayat 20-21:

 "ketahuilah, bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, suatu yang melalaikan, perhiasan, bermegah-megahan, serta berbangga tentang banyaknya harta dan anak diantara kalian. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lalu hancur. Sedangkan di akherat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhoanNya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar". 

Dalam firman Allah di atas sangatlah jelas, bahwa Allah memberikan perumpamaan untuk Dunia yang tidak ada apa-apanya dibanding dengan Akherat. Bahkan disebutkan, kenikmatan dunia hanyalah sebuah tipuan, dan akherat merupakan yang sesungguhnya. Memang saat ini akherat seperti mitos, yang orang tidak bisa membayangkannya sedang kehidupan di bumi ini adalah kehidupan yang nyata. Padahal telah disebutkan 5 perumpamaan Allah untuk Dunia :

Seperti sebuah permainan 
 
Kita semua pasti pernah melakukan sebuah permainan, atau menyaksikan anak-anak bersuka cita dalam sebuah permainan? pernah kan? Dunia seperti halnya permainan anak-anak, hanyut dalam suka cita permainan, sampai membuat tubuh anak-anak capek dan lelah tak terbantah. Tapi setelah permainan tesebut selesai, tidak ada faedah yang didapatkan.

Sesuatu yang melalaikan

Perasaan seperti lalai, lupa, perkara ini dirasakan ketika umur sudah tidak muda lagi, atau dirasakan oleh para lansia. Mereka lupa dengan masa mudanya yang hanya digunakan untuk yang kurang manfaat. Yang ada hanya tinggal penyesalan. Hanya mementingkan nafsu, sedangkan nafsu jika dituruti tidak akan ada puasnya. Ketika waktu sudah senja, harta yang terlihat tak lagi mengkilat, umurnya semakin menghilang, dan kelezatannya semakin habis. Namun nafsunya akan terus menggelora, dan akan terus melalaikan.  

Perhiasan

Hanya sebatas penghias, seperti pakaian, jaket, kalung, Minuman, makanan, kendaraan, rumah, dan lainnya. Semua itu masing-masing akan mengalami masanya. Yang bisa hilang kapan saja.

Bermegah-megahan serta berbangga dengan banyak harta dan anak

Saling berbangga dalam suatu perkara yang fana (tidak abadi) dan pasti akan menghilang. Berbangga dengan jabatan, kekuasaan, kekuatan, nazabnya dan punya banyak bala tentara. Padahal semua itu bisa menghilang dalam sekejap. Satu sama lain ingin menjadi yang terbaik menjadi pemenang. Disaat sekarang, berbangga dengan mempunyai follower medsos yang banyak. Kemudian bermegah-megahan dengan harta, rumah, perhiasan. Padahal semuanya bisa hilang dalam sekejap mata. Namun semua ini akan dirasa begitu damai bagi para pecinta dunia.

Seperti hujan yang turun ke Bumi

Diumpamakan seperti hujan yang turun ke Bumi, yang menyuburkan tanah. Tanah yang subur akan menumbuhkan tanaman yang subur pula, hijau nan mempesona. Membuat para petani kagum dan bahagia. Namun, tiba-tiba tanaman tersebut menjadi kering dan musnah, tidak ada keindahan pemandangan lagi. Kedua tangannya tidak lagi akan memegang keindahan dunia, seperti itulah perumpamaan Dunia, tidak pernah abadi dan hanya sebuah tipuan belaka.

Demikian perumpamaan Allah terhadap dunia yang tidaklah abadi, jika terlena dengan dunia, di akherat yang ada hanyalah penyesalan. Jadi jangan lalai, dan jangan berhenti berfikir akan ciptaanNya. Demikianlah hakikat Dunia ....

loading...
Top