Sering Kekurangan Air? Coba Panen Air Hujan Yuk!

Salah satu kendala ketika musim kemarau tiba adalah kekeringan. Yap, kekeringan sering terjadi di tempat-tempat terpencil yang jarang sekali ada air. Nah, untuk mengatasi hal itu Referensirumah.com punya tipsnya nih hasil kutipan dari majalahasri.

Sering Kekurangan Air? Coba Panen Air Hujan Yuk!


Untuk menambah persediaan air di musim kemarau anda bisa mencoba Rain Water Harvesting (RWH) atau lebih mudahnya adalah memanen air hujan. Cara ini sangat mudah dan juga ramah lingkungan sehingga tidak perlu khawatir pencemaran lingkungan. Bagi anda yang ingin membangun RWH, berikut sistem kerjanya.



1. Air hujan yang jatuh ke atap bangunan ditampung melalui talang di sepanjang tepi atap, kemudian disalurkan melalui pipa ke tangki di halaman belakang. Tangki tersebut berfungsi membersihkan air dari daun, ranting, dan kotoran lain yang terbawa oleh hujan.

2. Air dialirkan ke tangki pertama yang berfungsi menyaring air hujan yang turun selama 10 menit pertama atau biasa disebut first flush. Air tersebut biasanya mengandung lebih banyak polusi dan kotoran sehingga harus diolah secara khusus.



3. Kemudian, air dimasukkan ke tangki kedua yang berukuran 10 m x 3 m x 2 m, di dalamnya terdapat dua buah bak terpisah dengan fungsi yang berbeda. Bak pertama untuk proses penyaringan atau filterisasi, berisi lapisan zeolit setebal 4 cm, ijuk, dan karbon aktif untuk membersihkan air hujan dari kotoran halus. Bahan-bahan tersebut ditempatkan pada satu nampan (tray) agar mudah untuk diangkat dan diganti setiap enam bulan sekali. Selanjutnya, bak kedua untuk menyimpan air yang sudah bersih dan siap digunakan kapan saja dibutuhkan.

4. Terakhir, air bersih didistribusikan ke tempat cuci tangan dan toilet serta dialirkan ke toren di lantai dua dengan menggunakan pompa air.

Untuk Ukuran tangki filterisasi dan penyimpanan air hujan, berbeda-beda bergantung pada ketersediaan lahan dan kebutuhan air. Mudah banget kan.. Tertarik untuk mencobanya? Semoga bermanfaat.

Top