Sepak Terjang Sutan Batoegana Kini Harus Terbaring Lemas di Kamar Rumah Sakit

Di saat menjalani hukuman 12 tahun penjara karena terbukti bersalah atas kasus korupsi pembahasan APBN Perubahan 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kondisi kesehatan Sutan Bhatoegana justru memprihatinkan.



Tubuhnya begitu kurus akibat penyakit kanker hati yang kini tengah dideritanya, Seperti yang dilansir dari tribunnews.com.

Sebelum dibui karena kasus korupsi, Sutan merupakan salah satu politisi Partai Demokrat, yang terkenal dengan celetukan-celetukannya yang menggelitik.

Jangan Lewatkan : Komentar Pedas Untuk Pendemo Ahok dan Wanita Ini Sampai Menangis Belain Ahok

Saat menjadi anggota Komisi VII DPR RI, ia sempat terlibat adu argumen dengan Bambang Soesatyo.

Pria kelahiran Pematang Siantar itu menyebut Bambang mirip ikan salmon. Ini karena, hasrat politik dari politisi Partai Golkar itu begitu bergelora.

Tak terima, Bambang pun menyebut Sutan dengan istilah ikan teri asin.

Di Partai Demokrat, Sutan termasuk salah satu tokoh yang cukup penting. Ia merupakan salah satu anggota Tim 9, yang mematangkan konsep pendirian partai.

Ia juga beberapa kali menduduki posisi penting, di antaranya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat dan Ketua Departemen Perekonomian DPP Demokrat.

Pada tahun 2004, Sutan mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Bangka Belitung dan terpilih.

Tahun 2009, pria 59 tahun itu kembali terpilih menjadi anggota legislatif dari Dapil Sumatera Utara. Selama dua periode itu, Sutan menjadi anggota Komisi VII yang mengurusi bidang pertambangan.

Sebelum terjun ke dunia politik, lulusan Akademi Teknik Nasional (ATN) Yogyakarta itu sudah sering menjadi pimpinan perusahaan tambang, baik itu level manajer atau komisaris. Di saat kuliah, ia juga aktif di berbagai organisasi.

Ia pernah menjadi Kasie II Yon v Mahakarta ATN, Ketua Umum Batak Islam Cilacap tahun 1990, dan Sekretaris ICMI ORSAT Cilacap.

Sudah begitu berpengalaman di perusahaan tambang, Sutab tertarik untuk terjun ke dunia politik bila ada kesempatan. Akhirnya, ia bergabung bersama Demokrat.

Adapun dalam kasus korupsi Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, namanya mulai mencuat ketika berulang kali disebut oleh Rubi Rudiandini.

Sutan disebut-sebut meminta pada Rudi, agar PT Timas Suplindo yang ia kawal, menang dalam tender proyek pembangunan konstruksi lepas pantai.

Ia juga dikabarkan meminta sejumlah uang pada Rudi dengan alasan tunjangan hari raya (THR). Akhirnya, suami Unung Rusyatie ini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penerimaan hadiah, terkait pembahasan APBN Perubahan di Kementerian ESDM.

Pada 19 Agustus 2015, ia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara 10 tahun. Namun oleh Mahkamah Agung, hukuman untuk Sutan justru diperberat menjadi 12 tahun. 
Top