Sempat Hebohkan Netizen Dunia, Bocah Berkepala Terbalik Meninggal Dunia Setelah Jalani Operasi Pelurusan Kepala

Sempat menjadi bahan perbincangan masyarakat dunia lantaran seorang bocah laki-laki berkepala terbalik karena menderita penyakit langka.



Setelah menjalani operasi pelurusan kepala delapan bulan lalu, saat ini bocah tersebut justru meninggal dunia.

Mahendra Ahirwar (13) dari Madhya Pradesh, India, mengalami kelainan yang disebut miopati kongenital. Ini menyebabkan otot-otot lehernya lemah, sehingga kepalanya menggantung hingga 180 derajat.

Baca Juga : Curi Perhatian Siapapun yang Memandangnya, Ternyata Wanita Cantik Ini Seorang...

Selama bertahun-tahun, Mahendra hidup dalam kondisi memprihatinkan. Jangankan pergi ke sekolah, teman-teman sebayanya tak pernah mau bermain dengannya.

Meskipun demikian, ayah, ibu dan ketiga saudaranya tetap mengasihi bocah malang itu. Tahun lalu, kisah tragis yang dialami Mahendra terdengar oleh seorang wanita asal Liverpool bernama Julie Jones.

Ia kemudian melakukan penggalangan dana untuk membantu biaya operasi perbaikan tulang leher Mahendra. Bahkan, kisah hidup Mahendra juga ditayangkan secara seri di salah satu stasiun televisi.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (8/11/2016), anak dari pasangan Mukesh Ahirwar (42) dan Sumitra (36) itu kemudian menjalani operasi selama 10 jam di Apollo Hospital di Chennai, bulan Februari tahun ini.

Mahendra berhasil menjalani operasi dengan baik. Proses pemulihannya pun tidak ada masalah.

Setelah operasi yang mengubah hidupnya itu, Mahendra juga memiliki impian yang ingin diraih.
"Dia bermimpi membuka toko dan kami akan membantunya. Mimpinya hancur sekarang," ujar Sumitra yang belum rela dengan kematian anaknya.

Menurut pengakuan Sumitra, anaknya tidak sakit sebelum meninggal dunia. Mahendra hanya terbatuk dua kali sebelum meminta diusap dadanya.

Lalu pada batuk yang ketiga, Mahendra tiba-tiba sudah tidak bergerak. Ia dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang datang 15 menit kemudian.

Kesedihan tidak hanya dialami oleh pihak keluarga saja. Dokter yang terlibat dalam operasi pelurusan leher pun merasa terkejut dengan kepergian Mahendra yang mendadak.

"Saya yakin ketidakhadirannya akan menyebabkan kesedihan kepada semua orang yang terlibat dalam perawatan, senyumnya lebih terang dari matahari setelah lehernya diluruskan," ungkap dr Rajagopalan Krishnan.

Ia menduga, ada serangan jantung atau paru yang masif, sehingga Mahendra meninggal dunia. Pasalnya bila ada kesalahan dalam operasi, bocah itu dapat meninggal dunia di ruang ICU.
Saat ini, jenazah Mahendra telah dikremasi sesuai adat Hindu.

Dilansir dari tribunnews.com  "Dia sudah bersama Tuhan sekarang. Saya berharap dia bisa menemukan kedamaian. Dia menderita selama hidupnya. Saya harap dimanapun dia berada, dia terbebas dari rasa sakit," tutur Sumitra. 
loading...
Top