Sempat Ada Rencana Akan Dihapus Dari Peredaran, Kini Malah Jadi Pahlawan Selamatkan Ahok

Pria yang akrab disapa ahok ini menyambangi warga jalan ayub, sukabumi utara, jakarta barat, namun respon dari masyarakat malah menolak datangnya ahok .



Dengan ganas, mereka langsung menyerbu Ahok yang berada di tengah pengawalan ketat kepolisian. Tak kuasa menahan massa, polisi memutuskan untuk mengevakuasi mantan Bupati Belitung Timur tersebut dari lokasi blusukannya.

Polisi sebelumnya tidak menduga kedatangan para penolak Ahok tersebut. Apalagi, mereka datang di belakang rombongan yang membawa mantan politikus Partai Gerindra tersebut.

Jangan Lewatkan : Sambut Aksi Damai Demo Ahok Pada 4 November Nanti, Tukang Nasi Bikin Klaifikasi Nasi Bungkus

Habib Idrus Al-Ashi mengaku tidak terima saat aparat kepolisian melakukan pengawalan terhadap Ahok. Sebab mereka merasa tidak terima dengan kehadiran Ahok.

Seperti yang di lansir dari kompas.com "Kita enggak terima kampung kita dimasuki penista agama. Kita enggak mau cari ribut tolong pak polisi bisa usir Ahok," katanya di Jalan Ayub, Jakarta Barat, Rabu (2/11).

Tanpa banyak persiapan, polisi langsung memberhentikan sebuah angkutan kota yang kebetulan melintas dekat lokasi kejadian. Para penumpang diturunkan, Ahok langsung dinaikkan ke dalam bersama sejumlah ajudan serta polisi bersenjata lengkap. Angkot pun ngebut menuju Polsek Kebon Jeruk.

Ironinya, kendaraan yang menyelamatkan Ahok dari kejaran massa justru sebuah angkot, kendaraan umum dia rencanakan bakal dihapus. Rencana ini dikemukakannya setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima ribuan bus sebagai moda transportasi baru bagi warga ibu kota.

Dengan kedatangan bus-bus tersebut, Ahok berharap ke depan tak ada lagi angkutan kota alias angkot di jalanan Jakarta. Menurut dia, keberadaan angkot tak efektif memindahkan orang dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Menurut Ahok angkutan umum yang baik dapat mengangkut antara 20 hingga 30 orang.

Baca Juga : Korban Tewas Mobil Sport Milik Perwira Dikenal Ramah dan Sopan Namun Bernasib Malang

"Dengan daya angkut tersebut, jumlah kendaraan yang ada di jalan raya bisa jauh berkurang. Ahok Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan berusaha menghilangkan keberadaan angkot secara perlahan," kata Ahok di Balai Kota Rabu (2/4/2014) lalu.

Namun demikian, rencana itu baru bisa dilakukan bila jumlah bus sudah mencukupi untuk melayani warga Jakarta. Saat ini, Pemprov DKI berupaya mendatangkan banyak bus untuk angkutan umum. Pada tahun ini 4.000 bus ditargetkan tiba, baik bus Transjakarta maupun bus berukuran sedang.

Ide tersebut kembali diungkapnya dua tahun berikutnya. Kali ini, dia membeberkan alasan penghapusan angkot itu karena niatnya menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Jakarta. Dia mengatakan pihaknya telah memberikan surat kepada PT Pertamina untuk merealisasikan rencana itu.

Namun upaya ini terkendala, karena belum tersedia moda transportasi massal seperti angkot dan mikrolet untuk beralih dari premium.

"Yang jadi masalah premium adalah soal Mikrolet, angkot. Makanya kami mau mendorong mereka dengan cara ini supaya mereka mengganti CNG," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (3/2).

Padahal, sudah sejak lama Pemprov DKI Jakarta merekomendasikan untuk mengganti premium menjadi Compressed Natural Gas (CNG) sejak 3 tahun lalu. Dengan penggunaan CNG, Ahok menilai Indonesia menjadi tidak perlu import premium lagi dari luar negeri.

Selain itu, katanya, harga gas juga lebih murah dibandingkan dengan harga BBM tak bersubsidi. CNG juga dapat membuat mesin produksi lebih bersih sehingga dapat menekan biaya perawatan.

Jika tidak bergabung, dia memperingatkan pengusaha angkot dan mikrolet akan mengalami kebangkrutan karena Pemprov DKI bakal menyediakan transportasi umum yang nyaman dan ramah lingkungan bagi warga Jakarta.

"Kalau kamu enggak mau ikut saya, orang yang naik bus hampir semua gratis. Dan semua bus sedang kita akan masuk jalurnya angkot. Kira-kira kamu bisa bersaing enggak sama kita? Enggak bisa mereka mesti pindah jadi sopir kami saja," sambung orang nomor satu DKI ini.

Dulu mau dihapus, kini angkot jadi penyelamat Ahok dari buruan warganya sendiri.
loading...
Top