Ramai di Medsos, Botol Air Mineral Dikira Miras


Foto facebook Jack

Belakangan ini, media sosial sedang panas dan sering muncul berita tidak jelas. Salah satunya soal botol air mineral yang disangka miras dan dikatakan dikonsumsi oleh beberapa pejabat.

Dalam foto yang beredar di Facebook, terlihat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Kapolri Tito Karnavian dan politisi Maruarar Sirait sedang duduk semeja. Nah di meja itu ada botol berwarna hijau yang dikira minuman keras.

Dikutip dari kompastekno, hal ini ramai ditwitter Indonesia, karena beberapa orang memiliki persepsi demikian sehingga menjadi pembahasan panjang dan hingga menjadi trending topic.

Baca Juga: Gus Nuril: Kalau Demo 2 Desember Terjadi, Itu Bangunkan Macan Tidur

Semua bermula dari foto dokumentasi rapat jelang Final Piala Presiden di Balai Kota DKI Jakarta pada pertengahan Oktober 2015. Rapatnya memang sudah setahun lalu, tetapi fotonya diangkat kembali oleh seorang netizen sehingga jadi ramai.

Rapat itu dihadiri Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (sekarang Kapolri) Tito Karnavian, dan Ketua Steering Committee Turnamen Piala Presiden 2015 Maruarar Sirait.


Pict facebook Jack

Ketiganya tampak sedang mengobrol santai. Di meja mereka tersaji makanan dan minuman botol berwarna hijau. Lantas ada netizen yang berasumsi bahwa minuman botol itu tak lain adalah minuman keras.

"biar foto yang berbicara...
atas ketidak adilan yang terjadi di Indonesia.
acara minum2 MIRAS bersama. akibat sering gaul sama aHOK.
.
hukum hanya tajam kebawah
tumpul keatas."


Begitu kutipan status Facebook akun bernama Jack. Status itu sendiri diunggah pada Kamis (24/11/2016) pekan lalu, pukul 17.08. Screenshot status tersebut kemudian disebar ke ranah media sosial lain, salah satunya Twitter.

Asumsi Jack nyatanya keliru, sebab botol yang ada di atas meja Ahok, Tito, dan Maruar saat itu tak lain adalah botol air mineral Equil. Air minum tersebut memang kerap menjadi standar dalam rapat pejabat pemerintah.

Baca Juga: 5 Poin Kesepakatan Antara Polri dan MUI Soal Aksi 2 Desember

Saat Susilo Bambang Yudhoyono masih menjabat Presiden RI, Equil sudah setia menemani rapat kabinet. Foto dokumentasinya pun masih ada dan dibagi ke Twitter oleh seorang netizen bernama @wito_karyono.


Pengguna akun @wito_karyono heran karena pada zaman SBY tak ada yang bilang bahwa Equil itu botol miras. Paling tidak, status semacam yang dikeluarkan "Jack" seharusnya tak muncul di ranah maya.

Bukan cuma @wito_karyono yang heran dengan anggapan Equil sebagai botol miras. Netizen lainnya berbondong-bondong menulis status soal keprihatinan dan keheranan mereka. Ada pula yang melontarkan kicauan bernada sindiran yang berbau guyonan.




Ada pula yang berusaha menjelaskan bahwa Equil itu bukan miras. Salah satunya ditulis oleh pengguna akun @hansdavidian, "Ada yg tetep ngotot tu Equil miras soalnya tutup botolnya kuning bukan putih. Mas, mbak itu kuning penanda jenis sparkling".

Setelah ramai disebutkan bahwa Equil itu bukan miras, ada yang mengganti topik dengan menyayangkan penggunaan produk impor. Padahal, Equil sendiri merupakan produksi dalam negeri, tepatnya dari daerah Sukabumi, Jawa Barat.

Klaim tersebut pun langsung ditanggapi para netizen di Twitter. Salah satunya dikicaukan oleh Yulia Suryan. "Aer mineral Equil itu sumber aernya dr gunung salak, pabriknya di cimelati, sukabumi kampung gw, kl libur2 mau maen sana gw anter deh," tulis Yulia di akun @Yuliaa007.

Kicauan-kicauan seputar topik air mineral "hijau" ini masih ramai berseliweran di Twitter. Untuk melihatnya, silahkan cari dengan kata kunci, equil miras dan equil sukabumi di search.twitter.com.
Top