Polisi ini Dipecat, Atas Tuduhan Serangan Seksual


Seorang polisi di Milwaukee, Wincousin, Amerika Serikat, telah dipecat dari kesatuannya atas tuduhan melakukan serangan seksual.

Menurut keterangan resmi pihak berwenang, seperti dilansir Reuters, dan diteruskan oleh kompas.com, polisi tersebut adalah pelaku yang menembak mati seorang pria kulit hitam pada Agustus lalu.

Akibat penembakan itu, kerusuhan massal pun sempat berlangsung beberapa malam di negara bagian Wisconsin.

Polisi tersebut, Dominique Heaggan-Brown (24), didakwa pada 20 Oktober di Pengadilan Negeri Wisconsin dengan tuduhan lima kejahatan, termasuk dua serangan seksual tingkat dua.

Media lokal melaporkan, berkas perkara menyebutkan Heaggan-Brown melakukan serangan seksual pada seorang pria pada 14 Agustus lalu, sehari setelah dia menembak Sylville Smith (23).

Menurut berkas pengadilan, Heaggan-Brown juga didakwa atas tuduhan telah berhubungan seks dengan pekerja seks komersial.

Dia juga melakukan serangan atau pelecehan seksual kepada orang lainnya antara Desember 2015 dan Juli 2016.

Kepolisian Milwaukee dalam pernyataannya menyebutkan, Heaggan-Brown telah dipecat sejak awal pekan ini, seperti yang dilansir oleh kompas.com.

Dalam pernyataannya, Kepolisian Milwaukee menyebutkan, pemecatan itu adalah hasil penyelidikan internal Kepolisian Milwaukee terkait pengaduan pidana yang diajukan terhadap yang bersangkutan pada 20 Oktober.

Kuasa hukum Heaggan-Brown tidak bisa dihubungi untuk sebuah konfirmasi atas kasus yang dialami kliennya.

Kerusuhan sempat berlangsung beberapa malam setelah Heaggan-Brown, polisi berdarah Afrika-Amerika, menembak mati Smith pada 13 Agustus lalu.

Polisi mengatakan Smith bersenjata dan menolak untuk menjatuhkan senjatanya sebelum ia ditembak. Heaggan-Brown luput dari tuntutan dalam insiden penembakan Smith.

Pembunuhan warga kulit hitam di AS oleh polisi setempat telah menciptakan gelombang protes besar yang diikuti kerusuhan dalam dua tahun ini.


Gejolak sosial itu memicu perdebatan nasional mengenai ras, penjagaan ketertiban, dan bangkitnya dorongan pembaruan hak warga oleh pegiat dengan gerakan Black Lives Matter-nya.
loading...
Top