Perang Dingin Sama Sahabat? Ikuti Langkah Berbaikan Berikut Ini, Dijamin Damai!


Sahabat merupakan seseorang yang susah untuk ditemukan dan mengerti kamu apa adanya. Dalam persahabatan, gak seluruhnya berjalan mulus. Terkadang ada beberapa konflik kecil yang mewarnai persahabatan kamu. Mulai dari nggak saling sapa dari hari ke hari atau bahkan bertahun-tahun. Jika kamu punya sahabat yang care banget, pasti kamu akan mengalami beberapa masalah. Coba deh flashback, seberapa sering kalian berantem. Dibalik itu semua kamu pasti mengalamin hal-hal yang nggak nyaman. Bener kan?

Baca juga : Secuek Apapun Cowok, Gesture Inilah yang Bisa Jadi Tanda Dia Tulus Mencintaimu Atau Hanya Nafsu Belaka

Mungkin memang bukan kita yang salah atau kalian berdua sama sama keras kepala, sehingga kita mempertahankan rasa marah kita sama teman kita, enggak terasa kalian jadi enggak pernah ngomong lagi dan enggak main bareng lagi. Duh, jangan sampai deh! Daripada kehilangan sahabat baik yang sangat berharga, lebih baik memberanikan diri untuk baikan duluan. Yuk lihat cara berbaikan sama sahabat setelah perang dingin berkepanjangan.

1. Mengambil bagian dalam persahabatan.


Hal yang paling berat untuk dilakukan ketika kita merasa tersakiti oleh seseorang yang kita percayai adalah untuk kembali membuka diri dan megambil resiko kalau kita bisa tersakiti lagi. Sahabat kita tau titik lemah kita dan hal itu yang membuat kita merasa kalau mereka benar benar tau bagaimana cara untuk membuat kita sakit hati. Enggak jauh berbeda dengan pacaran, persahabatan juga merupakan sebuah hubungan yang berjalan karena peran dan tanggung jawab masing masing orang yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk berbaikan dengan sahabat kita dan sesegera mungkin untuk menyelesaikan perang dingin tersebut.

2. Jangan cepat mengambil kesimpulan dari tindakan teman kita.


Kadang, kita berasumsi kalau kita tau alasan dibalik tindakan dan sikap yang dilakukan oleh sahabat kita. Meskipun kita benar benar mengetahui sahabat kita luar dalam, enggak berarti kita paham setiap alasan mereka melakukan sesuatu. Mungkin saja ada alasan lain dibalik tindakan atau kata kata yang mereka keluarkan. Coba tanyakan secara baik-baik ke mereka, apa sebenarnya yang mereka ingin sampaikan dengan sikap, perkataan atau tingkah laku mereka sebelumnya. Meskipun ternyata hal tersebut membuat perasaan kita sakit, cobalah untuk tetap mendengarkan. Kalau ternyata hal hal tersebut bisa diperbaiki, persahabatan kita justru bisa jadi lebih kuat daripada sebelumnya.

3. Ambil kritik negatif dan jadikan itu sebagai alat untuk berkembang.


Sahabat adalah salah satu orang yang paling dekat dengan kita. Biasanya orang orang yang paling dekat dengan kita dapat melihat bagian terburuk dari diri kita dan tetap menyayangi kita apa adanya. Namun, meskipun mereka sayang sama kita, enggak berarti mereka hanya akan mengatakan hal manis kepada kita, mereka justru akan menjadi yang paling pertama menyadarkan kita jika kita melakukan hal yang salah atau hal yang enggak baik. Bukalah pikiran kita terhadap saran dan kritik dari mereka, kemudian jadikan persahabatan kalian sebagai sarana untuk mengembangkan diri kita. Sahabat yang paling baik adalah mereka yang bisa membantu kita memaksimalkan potensi dan pribadi terbaik diri kita.

Baca juga : Pengen Terhindar Makan Hati Tiap Hari? Ini Untungnya Punya Pacar Biasa Aja

4.  Evaluasi kembali situasi atau alasan yang menyebabkan pertengkaran dan tanyakan diri kita apakah ada hal yang salah kita pahami tentang pertemanan dengan mereka.


Ada masanya ketika seseorang menjadi lebih dewasa terlebih dahulu dibanding sahabatnya. Kadang persahabatan bisa terlihat sangat kuat dan dalam, padahal sebenarnya hanyalah sebuah pertemanan dekat sesaat. Salah satu diantaranya mungkin merasa kalau persahabatan ini lebih kuat sementara yang lainnya mungkin enggak merasakan hal yang sama. Saat persahabatan tiba tiba berakhir dan enggak bisa diselamatkan dengan cara apapun, mungkin kita harus menerima fakta kalau ternyata yang selama ini kita sangka adalah hubungan persahabatan, ternyata hanyalah sebuah pertemanan biasa.

5. Jangan menyimpan dendam.


Jangan mengingat kesalahan yang pernah mereka lakukan untuk dibahas di kemudian hari ketika kita marah atau kecewa dengan mereka. Semua orang bisa berbuat salah, termasuk kita. Namun, kita perlu menjadikan kesalahan kita dan mereka sebagai pelajaran untuk menghindari hal-hal yang enggak baik da enggak sesuai untuk persahabatan kita, girls. Kalau kita menyimpan dendam, persahabatan kita bisa bisa menjadi sesuatu yang dangkal lho! Sahabat yang sebenarnya enggak akan menyimpan dendam sama sahabatnya sendiri, mereka akan membicarakan hal tersebut langsung satu sama lain dan membahasnya hingga selesai.

Kalau kita sudah melakukan yang terbaik namun mereka tetap enggak bisa kembali menjadi sahabat kita, mungkin memang kita perlu berusaha untuk membiarkan mereka pergi. Mungkin memang mereka bukan sahabat yang ditakdirkan untuk bersama kita hingga tua nanti. Meskipun sangat sulit, hal ini adalah bagian dari kehidupan dan perkembangan kita sebagai makhluk sosial, jadi kita harus memulai cerita baru dengan orang yang baik dan bisa merubah jalan hidup kita dan sahabat menjadi lebih indah.
Top