Penjelasan Pedagang Durian Dengan Harga 'Rp700 Ribu' yang Hebohkan Para Pengguna Facebook

Setelah adanya unggahan yang menghebohkan dunia maya oleh akun Rahmadani Widyasari, Ahmad penjual durian di jalan teuku umar pontianak sempat diperiksa polisi berkaitan dengan unggah widya.



Dia memosting status keluhan mengenai dua buah durian dan dua air mineral yang membuatnya harus merogoh kocek dalam sebesar Rp700 ribu kepada pedagang.

Dilansir dari tribun pontianak ahmad menjelaskan bagaimana kronologi sebenarnya mengenai kejadian tersebut.

Jangan Lewatkan yang sedang Hot : Pernah Terbesit Dalam Pikiran Anda? Sedang Apa dan Untuk Apa Kita di Bumi?

Dia juga membeberkan alasannya menjual durian tersebut seharga Rp700 ribu.

"Saya awal mulanya memang merupakan dari hulu, dan sekarang sudah menetap di Kota Pontianak. Durian-durian itu saya ambil dari Balai Karangan, setiap subuh saya pergi ke sana menggunakan mobil dan datang di Pontianak ini sekitar jam 3 sore dan langsung berjualan di Jalan Teuku Umar tersebut," kisahnya di Markas Kepolisian Resor Kota Pontianak.

"Kalau tidak salah waktu itu hari Jumat, dan ada konsumen datang sekitar jam 10 malam, dia tiga orang satu cewek dan dua orang cowok. Kemudian di samping mereka juga ada tiga orang bapak-bapak yang makan durian juga," tambahnya.

Saat itu, perempuan tersebut bersama dua rekannya yang laki-laki meminta durian yang paling bagus.

Ahmad mengklaim mereka tidak menanyakan berapa harganya.

Kemudian, anak buah Ahmad langsung membukakan durian yang paling bagus.

"Durian itu bukan durian lokal dan itu durian montong atau durian bangkok. Itu durian seberat 3,8 kilogram dan 3,4 kilogram. Durian montong tersebut satu kilonya lebih dari Rp100 ribu," ujar Ahmad.

Diceritakannya lebih lanjut, bapak-bapak di sebelahnya juga memakan sebuah durian montong dan membayar dengan harga Rp350 ribu tanpa ada komentar.

Kemudian rombongan bapak-bapak tersebut pulang.

Selanjutnya konsumen yang cewek dan dua orang laki-laki membayar setelah makan dua buah durian, yang membayarnya konsumen laki-laki dengan harga Rp700 ribu.

"Di waktu pembayaran mereka tidak ada komentar apapun, dan besoknya saya buka Facebook melihat ada komentar yang mengatakan keluhan makan durian di lapak saya," jelasnya.

Ahmad mengaku dengan adanya hal tersebut, ia dilarang sementara untuk berjualan di Jalan Teuku Umar tersebut.

Kemudian, disampaikannya juga bahwa durian tersebut merupakan durian dari Malaysia dan diambil dari Balai Karangan.
Top