Pemerintah Myanmar Dapat Diseret ke Mahkamah Pidana Internasional Karena Lakukan Genosida


Pedihnya penderitaan etnis Rohingya

Myanmar terbongkar telah lakukan pembantaian terhadap etnis Rohingya. Kejahatan genosida, dapat diadili di Mahkamah Pidana Internasional Adhoc melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB. Demikian pungkas Heri Aryanto, Advokat yang aktif dalam Advokasi Rohingya sejak tahun 2012.

Menurut Pria yang pernah menginjakan kaki di Arakan pada 2013 silam ini, individu-individu pelaku kejahatan genosida termasuk yang mensponsori kejahatan genosida tersebut dapat diseret ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court).

Hal itu bisa dilakukan, apabila terbukti Pemerintah Myanmar tidak mau atau tidak mampu mengadili kejahatan genosida tersebut melalui instrumen pengadilan nasionalnya. Namun, syaratnya DK PBB harus menggelar sidang dan membentuk Resolusi yang memberikan kewenangan untuk membentuk Mahkamah Pidana Internasional Adhoc atau International Criminal Tribunal for Myanmar (ICTM).

Baca Juga : Heboh Petisi Cabut Nobel Perdamaian Untuk Aung San Suu Kyi, Karena Etnis Rohingya Banyak Dibunuh

“Resolusi DK PBB syarat mutlak untuk menyeret Myanmar ke Pengadilan Pidana Internasional karena Myanmar bukan Negara Anggota Statuta Roma”, jelas Heri yang tergabung di SNH Advocacy Center dilansir islampos.

Ia menambahkan bahwa sidang DK PBB ini dapat segera terealisasi apabila Negara-negara Anggota mempunyai tekad dan tujuan yang kuat untuk menjaga perdamaian dunia.

“Bagaimana mungkin perdamaian dunia dapat terwujud, sementara di suatu Negara ada jutaan warga negaranya dianiaya dan dibunuh, dan dunia membiarkannya”, imbuhnya.

Untuk itu Pemerintah Indonesia diminta untuk memainkan perannya secara aktif dalam menyelesaikan persoalan kemanusiaan di Myanmar.

“Mari kita dorong Pemerintah Indonesia untuk mensponsori digelarnya sidang DK PBB”, pungkas Heri.

Top