Meski Sulit, Ini 10 Alasan Untuk Terus Menghafal Al Qur'an


Budayakan membaca Al Qur'an

Al-Quran yang merupakan kitab suci bagi semua muslim di dunia dan tak ada keraguan akan isi didalamnya.

Al-Quran yang juga merupakan sumber hukum utama dan mencakup semua aspek kehidupan berisi wahyu-wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Al-Quran memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bukan karena bentuk fisiknya saja. Namun lebih kepada ajaran yang terkandung di dalamnya.

Secara garis besar Al Qur'an itulah definisi kitab suci Al Qur'an, dan kenapa setiap muslim dianjurkan tak hanya membaca, tapi juga menghayati dan mengamalkan isinya. Hingga untuk selalu dapat mengamalkan ajaran Al Qur'an di setiap sendi kehidupan kita tentunya harus mengetahui dan hafal isinya.

Baca Juga : 4 Golongan Lelaki yang Akan Ditarik Masuk ke Neraka Oleh Wanita!

Dikutip dari tulisan K.H. Deden M. Makhyaruddin, M.A. (Dewan Penasihat Indonesia Quran Foundation). Berikut 10 alasan kenapa kita harus menghafal isi kitab suci Al Qur'an walau terbilang sulit.

1. Satu huruf Al-Qur’an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan Anda.

2. Al-Qur’an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah Anda menghafal untuk mencari kebaikan.

3. Ketika Anda menghafal Al-Qur’an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah saw menyebut 70 syuhada dalam tragedi sumur Ma’unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal.
Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat?

4. Menghafal Al-Qur’an ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya Anda betah, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah cara Allah memuaskan Anda menikmati taman itu. Tersenyumlah.

5. Ketika Anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, selama menghafal, mata Anda, telinga Anda, dan lisan Anda tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama durasinya, semakin bersih.

6. Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak hafal-hafal.

Baca Juga : Matian-Matian Mengumpulkan Harta. Apakah Lupa Kita Akan Mati?

7. Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.

8. Tak hafal-hafal adakalanya karena Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya.
Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai. Ini yang disebut: Dikengenin ayat.

9. Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh.

10. Menghafal tak hafal-hafal, tandanya Anda di pintu hidayah. Berat tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas lahirkan mujahadah yang hebat.

Semoga kita digolongkan orang-orang yang beruntung mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Jangan lupa like facebook Berita Islam dan bagikan hal penting ini kepada semua kawan, kerabat serta keluarga.
loading...
Top