Mantab! Polisi Akan Tembak di Tempat Begal Sadis yang Meresahkan


Ilustrasi begal motor sadis

Aksi begal di kawasan Ibu Kota dan sekitarnya sudah sangat meresahkan warga. Para pelaku bahkan tidak segan-segan untuk melukai bahkan menghilangkan nyawa korbannya.

Para pelaku pun diancam akan ditembak di tempat apabila melakukan perlawanan kepada polisi.

"Tidak ada posisi bagi begal dan geng motor, kami tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas apabila ditemukan sajam (senjata tajam-red) atau melakukan sweeping dengan sajam. Kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur bagi geng motor dan juga begal yang membuat onar," tegas Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto di Jakarta, Senin (28/11/2016), dilansir detikcom.

Selama sepekan di minggu terakhir Oktober, Subdit Resmob Polda Metro Jaya telah menangkap 15 pelaku kejahatan, di antaranya kawanan begal motor sadis.

Seorang pegawai konveksi, Arman alias Camong (27) ditangkap tim Opsnal Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya karena terlibat aksi begal. Tersangka bersama komplotannya dikenal sadis dan tidak segan-segan melukai korbannya.

Tersangka melakukan aksinya bersama 6 pelaku lainnya yang masih DPO. Mereka adalah AH alias MA, UD alias KI, AN, MA alias CO, AR aliask KW dan MAN.

"Tersangka ini berperan sebagai joki, dia ini pegawai konveksi," imbuh Budi.

Secara terpisah, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen mengatakan kelompok Arman Cs melakukan aksinya di 7 lokasi di kawasan Jakarta dan Tangerang.

Baca Juga: Meski Medan Sulit dan Berkabut, Pencarian 4 Korban Heli Jatuh Tetap Dilanjutkan

Terakhir, komplotan Arman Cs melakukan aksinya di depan Telkom, Jl Raya Salembaran, Kosambi, Tangerang pada Oktober 2016.

"Sasaran mereka adalah pemotor yang melintas di tempat sepi," ucap Handik.

Pelaku bersama komplotannya melakukan survei terlebih dahulu dengan berkeliling di beberapa lokasi untuk mencari sasaran. Setelah mendapatkan sasaran, Arman Cs akan memepet motor korban sambil menodongkan golok hingga korban terjatuh.

"Kemudian mereka mengambil motor korban, kalau melawan, pelaku ini tidak segan-segan untuk melukai korbannya," cetusnya.

Setelah mendapatkan sepeda motor hasil kejahatan, selanjutnya para tersangka membawanya ke daerah Serang, Banten untuk menjual sepeda motor hasil curian kepada penadah.

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti 1 unit motor, sebilah golok, sweater yang digunakan saat melakukan kejahatan dan 1 unit handphone.

loading...
Top