Kurus dan Lemas Beginilah Nasib Gadis yang Ditolak di Beberapa Rumah Sakit

Emak Otih (82) hidup dalam kesederhanaan, Meski demikian Emak Otih tabah dalam menjalani hidupnya.



Di rumah sederhana itu Emak Otih tinggal bersama tiga orang cucunya, Untuk hidup sehari-hari Emak Otih dibantu sebuah yayasan yang memberikan bantuan kepadanya setiap satu bulan sekali.
Meski tabah, namun Emak Otih tak bisa memendam rasa sedihnya saat cucu perempuannya terkulai lemas selama lebih dari tiga bulan.

Pasalnya karena tidak memiliki biaya ia tak bisa membawa cucunya itu berobat ke rumah sakit.
Beruntung ada seorang yang berbaik hati yang mau membawa cucunya ke rumah sakit tanpa biaya.



"Cucu emak sudah dirawat, kemarin ad yang datang, sebelum di bawa Afivah nangis katanya kalau di rumah sakit nanti siapa yang bayar, tapi orang yang bawa cucu emak bilang enggak usah pikirin biaya yang penting kamu sembuh," jelas Emak Otih.

Nenek berusia 82 tahun itu khawatir soal biaya perobatan cucunya, "Emak mah sadar orang enggak punya, untuk sehari-hari aja Emak dikasih bantuan sama yayasan," ujar Emak Otih.

Meski demikian Emak Otih menceritakan kekecewaannya saat beberapa bulan yang lalu ia membawa cucunya itu ke rumah sakit.

Seperti yang dilansir dari tribunnews.com "Emak juga enggak tau kenapa di tolak rumah sakit, bilangnya kamar pada penuh, enggak ada yang kosong, Emak enggak tega liat Afivah," ujarnya.

Namun sejak kemarin ia pun heran, tiba-tiba beberapa rumah sakit mendadak menelpon ke Cucunya itu.

"Emak juga heran kok pada tau ya cucu Emak sakit, wartawan dari Jakarta juga ada yang datang, terus tiba-tiba rumah sakit pada nelpon katanya ada kamar kosong, tapi pas waktu itu emak bawa katanya penuh," ujarnya.

Kini Afivah pun sudah menjalani perawatan di rumah saki Antangsanjaya Semplak Bogor.
"Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit, emak jug belum bisa nengok, enggak tahu gimana kabarnya, ya mudah-mudahan cepat sembuh," tuturnya.

Kisah Nenek 82 Tahun Bawa Cucu ke Rumah Sakit Pakai BPJS, Respon Perawat Bikin Geram
Perjuangan nenek 82 tahun ini berbuah hasil.

Selama berbulan-bulan berupaya agar cucunya mendapat perawatan medis.
Otih, nenek 82 tahun berjuang agar cucunya, Afivah Nur Octaviani (16), bisa mendapat perawatan medis.

Entah apa penyakit dari gadis yang masih sekolah di sebuah SMK ini, Nenek yang akrab disapa Mak Otih itu menceritakannya.

Warga Kampung Pancagalih, RT 3/3 Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, mengatakan bahwa dirinya sempat diusir oleh seorang perawat di rumah sakit.

"Pernah dirawat sampai habis Rp 2 Juta, tapi karena enggak ada biaya ya dibawa lagi pulang," ujar Mak Otih

Setelah selang beberapa waktu tubuh Afivah pun semakin mengkhawatirkan.
Kejadian ini bermula sekitar empat bulan lalu.

Afivah tiba-tiba saja mengalami demam tinggi, Mak Otih pun kembali membawa Afivah ke rumah sakit, namun sebuah rumah sakit di kawasan Ciawi mengatakan tidak ada kamar kosong.

"Iya di Ciawi seinget emak, di inpus aja di lorong enggak masuk kamar udah gitu suruh pulang," ujarnya.

Menurut penuturan Emak Otih meski memiliki kartu jaminan kesehatan (BPJS) namun tetap saja Afivah tidak bisa menjalani pengobatan di rumah sakit.

Bahkan beberapa rumah sakit yang ada di Kota Bogor sempat ada yang mengusir Afivah.
"Ada yang kaya marah marah gitu, dia lagi pusing kali ya atau lagi lupa gitu, dimarahin pas kita bawa Afivah, katanya cari aja yang lain disini penuh kamarnya," ujar Otih sembari sesekali mengusap wajahnya.

Emak Otih menuturkan beberapa rumah sakit yang berada di Kota Bogor menolak cucunya itu, akibatnya tanpa mendapatkan perawatan Afivah selama tiga bulan hanya terbarinv lemas di rmuahnya.

Namun kini Emak Otih bersyukur, ada relawan yang membawa cucunya itu ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan.

"Alhamdulillah cucu emak sekarang sudah diobatin di Rumah Sakit Atangsanjaya, ada orang dari Jakarta sama kakaknya kemarin kesana ke rumah sakit pas sore,"ujar Emak Otih.
Top