Khofifah Sangat Menyayangkan, Akibat Kondisi Geografis, Harga Komoditas Pasar Tidak Bisa Seragam



Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyayangkan ketidakmerataan harga berbagai macam komoditas yang ada di Indonesia. Salah satu masalahnya adalah karena kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau.

BACA JUGA : Tergolong Lima Ponsel Terlaris, Vivo Belum Puas dan Masih Incar Posisi Tiga Besar Pasar Smartphone Indonesia

Akibatnya, distribusi produk akhirnya berbiaya tinggi dan menimbulkan ketidakseragaman harga. Khofifah yang hadir dalam acara Kongres Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. kemudian mencontohkan produk yang ada di lokasi acara.

"Aksesoris seperti yang ada di booth, kalau di Papua, harganya bisa berlipat-lipat," ujar Khofifah yang juga Ketua Muslimat NU.

Karena itu, Khofifah berharap anggota Muslimat NU yang jumlahnya ribuan dan berasal dari seluruh Indonesia, bisa berperan menyelesaikan masalah ini. Mereka yang sengaja datang ke Jakarta untuk mengikuti Kongres Muslimat NU yang akan digelar hingga 27 November 2016, bisa saja membeli banyak barang di Kongres Muslimat NU Expo untuk dijual kembali di daerah asal mereka.

"Saya berharap acara ini menjadi ajang pertemuan buyer dan trader," ujar Khofifah.

Apalagi, menurut Khofifah, anggota Muslimat NU tak jarang adalah pengusaha wanita Muslim sukses di daerahnya. Dengan menjalin kerja sama dengan para pengusaha yang menjual barang dagangan mereka di Kongres Muslimat NU Expo, para anggota Muslimat NU tidak sekadar berperan menyelesaikan ketimpangan harga komoditas di Indonesia, tapi mereka turut memperkuat industri kecil dan rumahan yang berjualan di Kongres Muslimat NU Expo.

"Istilahnya trickle down effect, ibarat menabuh gong. Itu akan memberi semangat dan penguatan ekonomi mikro kecil menengah. Supaya tetesan kesejahteraan bisa dinikmati seluruh negeri ini," ujar Khofifah.
Top