Kasus Kecelakaan yang Melibatkan Perwira Polisi dan Seorang Pengendara Motor, Jogja Police Watch Himbau Jangan Ada Diskriminasi Dalam Kasus Ini

Kasus kecelakaan yang melibatkan seorang perwira polisi yang mengendarai mobil sport dan mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia di Patuk, Gunungkidul tidak bisa dianggap remeh dan perlu dikawal proses hukumnya.



Kepala Bidang Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba, mengatakan jangan ada diskriminasi dalam kasus tersebut.

Jangan Lewatkan : Lek Rabi Golek Dino Seng Apik Jon Ben Ra Ambrok Kwadene, Lucu atau Kasihan Dalam Acara yang Membahagiakan Untuk Mempelai Pengantin Terjadi Insiden Seperti Ini

Seperti yang dilansir dari tribunnews.com "Jangan ada diskriminasi dalam penanganan (kasus) itu, apalagi ada korban (meninggal). Jangan sampai, biasanya kasus seperti ini yang sering saya kawal dan prosesnya damai, dengan proses kekeluargaan karena ada pihak yang ingin itu, misalnya pelaku merupakan seorang oknum polisi pasti selesai secara kekeluargaan, tetapi kan proses hukum harus tetap berjalan," ujarnya saat dihubungi Tribun Jogja, Rabu (2/11/2016).

Kamba begitu sapaan akrabnya menegaskan bahwa kasus yang terjadi di Patuk pagi tadi harus menjadi pelajaran dan perhatian bersama.

Karena menurutnya kasus-kasus yang melibatkan polisi biasanya tidak jelas penanganan kasusnya dan menguap begitu saja. JPW sendiri menurut Kamba menyarankan agar proses hukum bisa tetap berjalan dan Kepolisian harus sungguh-sungguh dalam menangani kasus.

Baca Juga : Setelah Bertemu sang Pacar, Nahas! Wajah Wanita Ini Malah Hancur, Lidah Dipotong dan Kepala Bolong

"Saksi-saksi yang harus benar-benar tahu dan bebas intervensi, jangan-jangan nanti saksi itu diintimidasi dan kesaksiannya tidak berkualitas," katanya.

Tidak berhenti disitu, menurut Kamba, penggunaan mobil sport yang diketahui berjenis Toyota GT 86 itu juga harus ditelusuri. Seperti apakah mobil tersebut dikendarai dengan benar atau tidak. 
loading...
Top