Jangan Asal Sebarkan Info yang Menyesatkan di Medsos, Kalau tak Mau di Denda 1 Milliar


Ilustrasi denda Rp 1 Miliar bagi penyebar provokasi, isu hoax dan kebencian di medos

Mabes Polri mengancam penyebar isu rush money atau penarikan uang secara besar-besaran yang beredar di media sosial.

Penyebar isu palsu terancam pelanggaran Pasal 28 UU ITE. Pasal 28 UU ITE ini melarang orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Aturan ini mengatur hukuman penjara maksimal enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar. Ancaman ini diberikan Polri secara serius dan sedang dalam proses pengusutan.

Nah, tumbuh pesatnya teknologi harus disikapi dengan bijak, terutama tentang penggunaan media sosial (medsos). Seperti kabar lain juga yang terbaru, ada seseorang yang dihujat karena menghina KH Mustofa Bisri atau Gus Mus selain pria yang ditangkap polisi karena menyebarkan informasi sesat tentang isu rush money.

Berbagai pihak berkali-kali menyampaikan agar masyarakat Indonesia pada khususnya lebih cerdas menyikapi berkembangnya kabar di media sosial.

Baca Juga: Kronologi Hinaan Pandu Wijaya pada Gus Mus, Hingga Viralnya Permintaan Maaf

Dikutip dari detikcom, Senin (28/11/2016), imbauan serta seruan agar menggunakan media sosial dengan bijak terus digencarkan. Masyarakat diharapkan dapat memilah-milah informasi dengan cerdas dan tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum jelas valid atau tidaknya.

Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus menyampaikan agar tata krama sebagai bangsa Indonesia tetap dijaga di dunia maya. Jokowi menyampaikannya dalam rangka peringatan Hari Guru agar para pengajar turut berperan dalam etika berinternet.

"Dalam sebulan terakhir kalau dibuka di medsos, apa yang ada di situ saling hujat. Ini bukan nilai Indonesia," ujar Jokowi.

Jokowi menyampaikan hal itu di hadapan para guru di acara Peringatan Hari Guru yang diadakan PGRI di Sentul, Bogor, Minggu (27/11/2016). Jokowi mengatakan guru memiliki peran sentral dalam mendidik murid untuk tetap mengedepankan sopan santun ketika menggunakan media sosial.

"Ini tugas bapak ibu guru untuk memberi tahu. Bapak ibu guru punya peran sentral. Agar diberi tahu etika berinternet. Sopan santun dalam menyampaikan sesuatu di medsos. Saya titip agar anak-anak kita diajak bermedsos yang santun," ujar Jokowi.

Baca Juga: Pria Penyebar Provokasi 'Rush Money' Menyesal dan Telah Membuat Pernyataan Maaf

Apabila menggunakan medsos secara sembarangan, bisa-bisa berurusan dengan pihak berwajib. Contoh nyatanya di kasus penyebaran isu rush money.

Pelaku penyebaran isu rush money, AR alias Abu Uwais (31) kini harus berhadapan dengan hukum. Guru SMK ini sudah dijadikan tersangka karena diduga menyebarkan hasutan untuk menarik uang secara bersama-sama dari bank (rush money).

"Dengan adanya penangkapan ini penting diingatkan, ini perbuatan tidak patut ditiru, jangan melakukan hal ini lagi. Di mana pun Anda berada, pasti ketahuan, karena enggak terlalu lama akan terdeteksi," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar, Sabtu (26/11/2016).

Polri mewanti-wanti agar medsos tidak digunakan sebagai sarana provokasi atau penghasutan dan tindak pidana lainnya. Bila tetap nekat, proses hukum menanti.

"Dalam transaksi medsos itu kan tindakan hukum, dilindungi, diatur, sehingga kalau ada pelanggaran ada sanksi hukum. Menggunakan medsos itu enggak bisa semaunya, ada aturan hukum," ujar Boy.

loading...
Top