Inilah 4 Kesalahan Orang Tua yang Bikin Anak Menjadi Nakal


Menjadi orangtua memang sebuah tantangan dalam hidup. Sebab, tidak ada seorang pun yang terlahir siap menjadi orangtua. Anda harus mengalami berbagai percobaan dan latihan untuk menjadi orangtua yang baik.

Melanjutkan dari lima kesalahan yang sebelumnya diulas, berikut ini adalah empat lagi kesalahan orangtua yang membuat anak menjadi nakal.

Hindari kesalahan-kesalahan ini dan bantu anak bertumbuh menjadi pribadi yang baik, sopan, dan peduli dengan orang-orang di sekitarnya.

1. Anda membiarkan anak bersikap tidak sopan
Jika anak dibiarkan berperilaku tidak sopan, menyebut nama orang yang lebih tua sembarang, atau meminta sesuatu tanpa kata “tolong”, maka perilaku nakal anak sepenuhnya kesalahan Anda.

“Ketika Anda membiarkan anak berbicara kepada Anda dengan cara yang tidak boleh dilakukan oleh pasangan, teman, kolega, atau orang asing kepada Anda, itu adalah tanda anak yang nakal,” ucap Elaine Rose Glickman, Your Kid's a Brat and It's All Your Fault.

2. Anda tidak berusaha memperbaikinya sejak anak masih kecil
Meskipun menurut Anda, anak masih terlalu muda untuk mengerti, tetapi perilaku yang baik harus dipupuk dan diajarkan sejak kecil.

“Anda harus mempertimbangkan hal ini dalam semua hal yang Anda lakukan. Jika Anda mau anak bertumbuh menjadi pribadi yang sopan, maka anak harus mulai belajar mengatakan ‘tolong’ kepada Anda,” ujar Glickman.

3. Anda membiarkan anak bertingkah di area publik
Anda mungkin sedang berusaha mengajari anak bahwa walaupun dia berguling-guling di lantai, keinginannya tidak akan dituruti.

Akan tetapi, ingat bahwa area publik bukan milik Anda sendiri. Jika anak bertingkah di area publik, bawa anak ke luar gedung dan beritahu bahwa keinginannya tidak boleh menganggu hak orang lain.

“Perasaan anak, keinginannya untuk mengekspresikan dirinya, kemarahannya, dan keinginan Anda untuk makan di restoran; tidak ada satu pun dari hal tersebut yang memperbolehkan Anda dan anak mengganggu kenyamanan tamu lain untuk makan dengan tenang,” tutur Glickman.

4. Anda takut melukai hati anak
Bedakan bersikap disiplin dengan kejam kepada anak. Menjawab “tidak” kepada anak tidak akan merusak kepercayaan dirinya atau pun hubungan Anda dengannya.

“Bersikap disiplin akan mempersiapkan mereka untuk menjadi pribadi yang menghargai Anda dan orang lain,” kata Glickman.


Dia melanjutkan, anak tidak akan ingat satu momen ketika Anda memarahi anak karena berteriak-teriak di supermarket, yang akan dia ingat adalah orangtua yang mencintai, tetapi disiplin dan memberikan batasan agar dia menjadi orang yang lebih baik.
loading...
Top