Halo Z650!, Selamat Tinggal Kawasaki ER-6n


Akhirnya Kawasaki menyuntik mati ER-6n dan menggantinya dengan Z650. Model baru ini tampil perdana di ajang EICMA, Milan, 8-13 November 2016.

Rupanya merek dengan warna khas lime green itu tak ingin bikin bingung orang soal penamaan, menyeragamkan tipe sport dengan seri Z.

Tak hanya nama yang berganti, persis seperti tebakan Kompas.com dan diteruskan oleh wajibbaca.com, jejak ER-6n tak lagi terlihat dan digantikan dengan roh Z Series yang lebih tersohor. Frame misalnya, Z650 tak mungkin lagi pakai tipe semi double cradle dengan suspensi belakang ”rebah”.

Kawasaki kini lebih suka menggunakan rangka teralis ringan yang bobotnya sekitar 15 kg. Apalagi lengan ayun pakai tipe aluminium, membuat bobot totalnya cuma 185 kg.

Mesin 649 cc adalah versi revisi, sama seperti yang dipakai Ninja 650 terbaru. Fokus Kawasaki adalah memberikan sensasi torsi besar pada putaran mesin rendah-menengah ketimbang tenaga maksimal.

Komponen kopling juga baru, tipe assist & slipper yang mengurangi tekanan pada tuas kopling, tapi memberikan bobot penekanan pada komponen kopling itu sendiri.

Pembaruan mesin dan berbagai komponen itu diklaim membuat konsumsi bahan bakar naik 6,8 persen di angka 23,2 kpl. Standar emisi Euro4 sesuai dengan ketetapan motor-motor baru di Eropa.

Tinggi jok dengan tanah cuma 790 mm, sama seperti Ninja 650. Tapi Z650 dilengkapi dengan setang tipe flat yang membuat posisi berkendara lebih tegak demi pengendaraan di dalam kota.

Selain suspensi belakang yang meninggalkan model rebah khas ER-6n dengan model konvensional, suspensi depan pakai tipe teleskopik.

Z650 siap meladeni eksistensi Honda CB650F yang juga mengalami permak wajah dan performa.

Sabar, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) sudah berencana memboyong model ini, seperti yang pernah dibocorkan salah satu tenaga penjual di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016 belum lama ini.


Bukti lain, kode TPT untuk melakukan uji tipe Z650 juga sudah ”naik tayang”, pertanda model ini siap dijual dalam waktu dekat.
Top