Dulu "SNIPER" di Masa Kemerdekaan, Kini Ia Hanya Terbaring Lumpuh di Gubuk Tuanya

Jasa pahlawan dalam merebut dan mempertahankan Indonesia haruslah kita hormati walaupun mereka sudah tiada. Tapi pahlawan satu ini malah diacuhkan, padahal semasa mudanya Sumirja ikut perang melawan Belanda dan Jepang di Tasikmalaya.



BACA JUGA: Pernah Ditolak Agency, Kini Balita Down Sindrome Ini Bisa Jadi Model Top

Saat itu ia bertugas sebagai sniper jitu di salah satu kesatuannya. "Saya dulu berjuang di Tasikmalaya melawan Belanda dan Jepang. Dulu tidak ada pangkat seperti tentara zaman sekarang. Saya mulai ikut perang sejak usia 18 tahun," katanya.

Dikutip Dari Indozone, Sumirja mengaku jika ia tidak pernah mendapat bantuan santunan sejak Negara ini merdeka dari pemerinta setempat. Setelah peran g usai, ia melanjutkan hidupnya sebagai seorang kuli bangunan untuk menafkahi keluarganya.

"Kalau sekarang tentara enak, ada mobil dinas, ada gaji, dan ada tunjangan. Tak sedikit bisa hidup sejahtera. Sekarang orang muda pada mau jadi tentara, kalau dulu jadi tentara pejuang atas dasar ingin negara ini lepas dari penjajahan," ujar dia.

Sumirja menjadi salah satu veteran yang mendapatkan santunan dari Komando Distrik Militer 0612 Tasikmalaya. Sebelumnya, Kodim menjual cendera mata pin dan menggelar malam amal untuk veteran di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

"Alhamdulilah, kita dari penjualan pin dan malam amal dari para donatur bisa mengumpulkan Rp 141 juta lebih. Masing-masing veteran diberikan satu juta dan sudah tersalur ke 140 orang veteran. Sisanya Rp 1.050.000 diberikan kepada lembaga Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Tasikmalaya," ucap Komandan Kodim Letnan Kolonel Kurniawan melalui Kepala Staf Kodim 0612 Tasikmalaya Mayor N Zahrudin, Rabu (16/11).

Zahrudin mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan para pejuang yang masih hidup dengan kondisi kesulitan ekonomi. Padahal, atas jasa mereka, masyarakat bisa hidup pada masa sekarang ini.

"Termasuk kami TNI bisa pakai mobil dan bisa seperti sekarang atas jasa para beliau. Jadi sudah semestinya kami bisa membantu. Awalnya Pak Dandim memiliki ide ini karena prihatin mengetahui kondisi para veteran yang banyak masih tinggal di gubuk seadanya," kata dia.

Sumirja merasa bahagia dan terharu, karena “masih” ada yang peduli dengan para pejuang yang hidupnya tak layak seperti dirinya. Apalagi santunan itu baru kali pertama diterimanya setelah Hari Pahlawan yang lalu.
loading...
Top