Donald Trump Resmi Jadi Presden AS, Ini Pesan Untuk Hillary Atas Keberhasilannya

Setelah Amerika Serikat dibagi menjadi 2 kubu, yakni Donald Trump dan Hillary Clinton, Sepertinya kini keadaan disana sudah membaik akibat terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS baru pengganti Barrack Obama.



BACA JUGA: Ditinggal Anak Akibat Terkena Stroke, Mbah Supriyani Hanya Bisa Terbaring Lemah Dipenuhi Luka di Tubuhnya

Dikutip Wajibbaca dari Indozone, Meski mendapat serangan bertubi-tubi sebelum dan saat kampanye Presiden Amerika Serikat, pria kelahiran New York City itu akhirnya memenangkan duel dengan Hillary Clinton.

USA Today melansir, politikus Partai Republik itu telah mencapai (melebihi) angka minimal electoral votes, 276. Sementara Clinton (Demokrat) mendulang 218. Untuk dinyatakan menang, Trump hanya butuh mengantongi 270 electoral vote.

Dengan begitu, Trump resmi jadi Presiden AS ke-45 dan menggerus impian Hillaru Clinton sebagai presiden perempuan pertama disana.

Hasil akhir dari pemilihan itu adalah Trump berhasil mengumpulkan 57.040.030 suara, mengalahkan Hillary Clinton yang hanya merebut 218 "electoral vote", mewakili 56.029.966 suara pemilih.

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengaku ditelepon rivalnya, Hillary Clinton tak lama setelah Trump resmi menjadi Presiden Amerika Serikat selanjutnya. "Saya terima telepon dari Clinton, dia mengucapkan selamat atas kemenangan terhormat ini," kata Trump.

Ia juga menyampaikan rasa hormatnya pada Hillary. "Saya juga selamati mereka atas kerja keras mereka dalam kampanye. Hillary telah bekerja keras dan melakukan banyak hal. Saya hargai itu," tambahnya.

Trump juga menekankan bahwa ia mendapatkan kehormatan untuk memimpin Amerika Serikat selanjutnya dan ia akan menjadi Presiden bagi seluruh warga Amerika Serikat. "Semua Republik dan Demokrat, saat ini waktunya kita menjadi masyarakat yang satu," tegasnya.

Dengan demikian para ‘haters’ maupun yang pro dengan Trump, mau gak mau harus menerima kenyataan apabila Trump menjadi presiden AS ke-45 dan menggantikan Barrack Obama.
loading...
Top