Daerah Hilir Jatim Masih Dilanda Banjir Akibat Luapan Sungai Bengawan Solo


Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Jawa Timur menyatakan, banjir akibat luapan Bengawan Solo masih melanda daerah hilir, Jawa Timur, meskipun sempat terjadi penurunan.

"Ketinggian air Bengawan Solo di hilir, Jawa Timur, sempat turun, tapi ketinggian air di Bojonegoro pagi tadi naik dengan cepat," kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, seperti yang dilansir dari kompas.com.

Ia menyebutkan, ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro yang semula sudah turun menjadi 14,03 meter (siaga kuning) naik dengan cepat menjadi 14,20 meter, Selasa pukul 06.00 WIB.

"Kenaikan air Bengawan Solo di Bojonegoro terjadi sejak tiga jam lalu, karena memperoleh pasokan air dari Ngawi juga anak sungainya di hilir, Jawa Timur," jelas dia.

Dari data yang ada menyebutkan, ketinggian air Bengawan Solo di Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, pada waktu bersamaan masing-masing 8,18 meter (merah), 5,86 meter (merah), 4,47 meter (kuning) dan 2,35 meter (kuning).

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Sukirwo menyatakan, kewaspadaan menghadapi banjir semakin ditingkatkan karena ketinggian air Bengawan Solo kembali naik.

Apalagi, menurut dia, ketinggian air Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, mulai masuk siaga merah dengan ketinggian 9,26 meter (siaga merah), seperti yang dilansir dari kompas.com.

Bahkan, lanjut dia, ketinggian air banjir Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, sempat mencapai 10,17 meter Selasa pukul 01.00 WIB.

"Banjir di hilir Jawa Timur, akan bertambah parah kalau hari ini terjadi hujan di daerah hulunya," ucapnya menegaskan.

Secara teknis, menurut dia, debit banjir dari daerah hulu Jawa Tengah, akan sampai di hilir, Jawa Timur, dalam kurun waktu 40 jam.

Dari keterangan yang diperoleh, genangan banjir luapan Bengawan Solo yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Rengel, Plumpang dan Soko, Tuban, yang terjadi sejak empat hari lalu masih bertahan.

"Genangan banjir luapan Bengawan Solo di daerah kami tidak hanya melanda permukiman warga, tapi juga persawahan dan jalan," jelas seorang warga Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Tuban Samuri dibenarkan warga lainnya, Abdul.

Menurut Samuri, jalan poros Kecamatan Rengel di Desa Rengel, dan Karangtinoto, terendam air banjir luapan Bengawan Solo sekitar 5 kilometer sehingga tidak tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan dua.


"Genangan banjir tidak dilewati kendaraan karena cukup dalam," ucap Samuri.
loading...
Top