Bukannya Terjerat Kurang Kasih Sayang, Inilah Keistimewaan Kamu yang Dibesarkan Oleh Orang Tua Tunggal!


Standar yang umum mengharuskan seseorang untuk punya Ayah dan Ibu, sebelum disebut sebagai keluarga yang lengkap. Akan tetapi, sebagai salah seorang anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal, orang akan mudah menyebut keluargamu sebagai keluarga yang tidak genap dan kurang ideal. Entah ‘broken home’ atau salah satu orang tua dipanggil oleh yang Maha Kuasa lebih cepat. Akan tetapi banyak yang berpendapat bahwa anak yang dibesarkan hanya dengan satu orang tua selalu kekurangan kasih sayang. Kurangnya perhatian membuat salah arah, dan berakhir pada masa depan yang dipertanyakan.

Baca juga : Maaf Ayah dan Ibu, Aku Masih Belum Bisa Memberi Sesuatu, Tapi Aku sedang Berusaha Semampuku

Keluargamu memang ‘kurang’ lengkap. Namun bukan berarti kamu selalu kurang berkualitas dibanding anak yang terlahir di keluarga lengkap. Sebagai anak dengan orang tua tunggal, kamu justru punya kualitas tersendiri berikut ini.

1. Pontang-panting satu orang tuamu untuk menjadi Ayah dan Ibu sekaligus, mengajarimu arti kerja keras dan cinta sekaligus


Sebagai orang tua tunggal, orang tuamu tentu tidak bisa mengambil peran sebagai Ayah saja atau Ibu saja. Beliau adalah keduanya. Beliau berperan sebagai keluarga, mencari nafkah, sekaligus menjadi Ibu rumah tangga yang tanggung jawabnya pada perkembanganmu lebih besar. Tentu itu bukan hal yang mudah ataupun bisa dilakukan semua orang.

Darinya, kamu belajar arti bekerja keras. Lelah seharian bekerja tidak membuatnya lupa mengajakmu ngobrol, menanyakan apa kebutuhanmu, dan apa saja yang bisa dibicarakan. Karena kerja keras di sini tidak semata mencari materi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga memastikan kamu tumbuh dan berkembang tanpa kekurangan perhatian.

2. Kamu juga seseorang yang penuh pengertian. Karena kamu tahu bahwa kesibukan orang tuamu adalah bentuk kasih sayang untukmu juga


Terbiasa dengan orang tua yang punya peran ganda, menjadikan dirimu sosok yang mudah pengertian. Kamu mengerti bahwa kamu tidak bisa mengharapkan orang tua tunggalmu untuk selalu mendampingimu setiap menit, setiap jam, dan setiap hari. Terkadang pekerjaan di kantor membuat orang tua tunggalmu harus lembur dan pulang malam. Kamu mengerti bahwa itu semua demi dirimu juga.

Meskipun orang tua tunggalmu tidak selalu ada, dan lebih sibuk bekerja daripada menemanimu di rumah, kamu paham bahwa itu bentuk kasih sayang juga. Kerja kerasnya semata ingin mencukupi semua kebutuhanmu agar kamu tidak kekurangan apapun.

3. Kamu juga orang yang mengerti arti tanggung jawab. Karena kamu tahu bahwa orang tuamu tidak melulu membelamu jika melakukan kesalahan


Sebagai anak yang hanya punya satu orang tua, kamu tidak punya tempat untuk berlindung ketika kena marah. Hal ini mendidikmu untuk menjadi sosok yang bertanggung jawab atas kesalahan yang kamu lakukan. Kalau memang salah, ya salah. Terima saja kamu dimarahi, karena kamu tahu kamu memang salah.

Baca juga : Ayah, Inilah Dia yang Ingin Aku Kenalkan, Cinta Keduaku Setelah Dirimu

4. Perjuangan keras orang tuamu membuatmu enggan lebih merepotkan. Karena itulah, kamu membiasakan diri apa-apa sendirian, dan menjadi sangat mandiri tanpa kamu sadari


Kesadaranmu bahwa orang tua tunggalmu harus menjalani dua peran yang berbeda, membuatmu merasa enggan bila harus merepotkannya lagi. Karena itulah, kamu selalu berusaha menyelesaikan semuanya sendirian. Kamu identik dengan sosok pendiam, namun itu semata karena kamu tidak ingin menambah beban orang tuamu. Kamu berusaha melakukan apa-apa sendiri dan menyelesaikan semua masalah sendiri. Hal ini membuatmu tumbuh menjadi sosok yang mandiri tanpa kamu sadari. Kamu selalu berusaha untuk bisa mengandalkan dirimu sendiri.

5. Di antara yang lain, barangkali kamu yang paling memahami cinta. Orang tuamu yang hanya satu, membuatmu begitu ingin menjaganya sekuat tenaga


Bagaimana pun juga, kamu sadar bahwa orang tuamu hanya satu. Meskipun hubunganmu dengan orang tua kurang hangat, namun tetap saja rasa sayang dan cintamu begitu besar. Rasa sayangmu tidak terbagi. Sementara itu, kamu selalu diliputi ketakutan akan kehilangan yang satu-satunya. Hal ini membuatmu menjadi protektif terhadap orang tua. Tentu kamu tidak ingin kehilangan bukan?
Top