Blak-blakkan 4 November, Ini Sisi Positif Demo yang Patut Diketahui!


Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama mungkin tidak menyangka jika ucapannya tentang surah Al-Maidah ayat 51 akan berbuntut panjang. Nanti, ribuan orang dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam akan menggelar aksi besar-besaran di depan Istana Negara. Unjuk rasa ini merupakan yang kedua kalinya setelah 14 Oktober 2016 lalu, masih mempermasalahkan dugaan penistaan agama oleh kandidat gubernur petahana DKI Jakarta tersebut. Meski demikian, dampak yang ditimbulkan sangat jauh berbeda dan lebih besar.

Akan tetapi selain ada sisi negatif yang banyak ditunjukkan dari kegiatan demo tersebut. Berikut ini beberapa hal yang membuat demonstrasi positif untuk dilaksanakan. Apa saja? Simak semuanya disini.

1. Mengeluarkan aspirasi rakyat yang selama ini tertahankan.

2. Mengeritik pemerintah dalam menjalankan pemerintahan untuk menjadi lebih baik sesuai dengan harapan rakyat.

3. Salah satu wujud implementasi serta pengembangan konsep ekonomi kerakyatan. Terjadi transaksi finansial yang sangat adil.

4. Mengeluarkan aspirasi rakyat yang belum terealisasikan.

5. Menyadarkan pemerintah akan kebijakannnya dalam pengambilan keputusan yang menyangkut hidup rakyat.

6. Mendesak pemerintah dalam mengeluarkan keputusan bersama yang disetujui bersama.

7. Dapat membuka pikiran semua orang, baik pemerintah maupun masyarakat terhadap masalah yang didemonstrasikan.

8. Merupakan ciri Negara demokrasi yang tidak dapat dihilangkan sebagai akibat dari pemerintahan demokrasi, yaitu pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

9. Untuk mengetahui keberhasilan dari program pemerintah yang telah dijalankan.

10. Membuat perubahan terhadap sesuatu hal, baik itu berupa kebijakan, program, maupun masalah lainnya dalam pemerintahan.

11. Menambah lapangan kerja bagi pengangguran, karena ada rumor yang mengatakan bahwa orang-orang yang berdemonstrasi adalah pengangguran ataupun mahasiswa abadi yang dibayar oleh pihak lain.
Top