Berikan yang Terbaik, Ternyata Perusahaan Xiaomi Tidak Mengambil Untung Apa-apa Dalam Penjualannya

Salah satu perusahaan ponsel China terbesar adalah Xiaomi. Ponsel ini selain terjual di China, ternyata juga laris manis saat dipasarkan di Indonesia.



BACA JUGA: Di Padang, Pohon Kurma Ini Bisa Tumbuh dan Berbuah! Letaknya di Samping Masjid

Meski penjualannya dibilang sukses, tapi siapa sangka jika ternyata perusahaan itu tidak mengambil untung sama sekali saat menjual ponselnya tersebut. Vice President Global Xiaomi, Hugo Barra mengungkapkan bahwa perusahaan tidak mendapat untung dari penjualan smartphone. Hal ini diutarakan Barra dalam sesi wawancaranya dengan Reuters.

Dikutip dari Kompas, Hugo Barra mengatakan bahwa jika Xiaomi menjual 10 miliar unit smartphone pun perusahaan tetap tidak akan untung. "Pada dasarnya, kami memberi cuma-cuma (ponsel kami) ke kalian tanpa menghasilkan uang," kata Barra, seperti dikutip KompasTekno, Minggu (27/11/2016).

Ia menambahkan, pada intinya, konsep bisnis Xiaomi adalah mencari pendapatan yang berulang-ulang (recurring revenue) selama beberapa tahun, bukan mencari untung dengan cepat lewat margin (selisih ongkos produksi dan harga jual) smartphone yang dijualnya.

Selain dari Smartphone, Xiaomi berharap bisa mendapat untung dari sector lain, seperti aksesoris ponsel, smart home, serta bisnis software.

Tanggapan itu dilontarkan Barra kepada Reuters setelah lembaga riset IDC melaporkan bisnis smartphone Xiaomi tahun ini turun 12 persen secara global dibandingkan tahun lalu. IDC juga meramalkan penjualan Xiaomi di kuartal ketiga di China akan turun 45 persen.

Hugo Barra juga menampik isu miring bahwa Xiaomi sedang kehabisan uang dan butuh pendanaan lewat IPO, seperti vendor smartphone China lainnya, yakni LeEco. "Tidak ada desakan untuk melakukan IPO (initial public offering) atau pendanaan privat," kata Barra.

Xiaomi sendiri terakhir mendapatkan pendanaan pada 2014 lalu. Pendanaan itu membuat valuasi perusahaan Xiaomi menjadi 46 miliar dollar AS. Saat itu, Xiaomi menjadi perusahaan rintisan digital (startup) paling kaya, sekaligus vendor smartphone terlaris di China.
Top