Baru Dilantik Jadi Presiden AS, Ini Seabrek Kebijakan Donald Trump


Donald Trump, Presiden terpilih AS

Donald Trump resmi menjadi presiden AS, setelah kemenanganya dalam pemilu 8 November lalu yang membuat banyak pihak kaget, karena tak menyangka Trump akan menang.

Trump kandidat dari Partai Republik tersebut mampu menaklukkan rivalnya dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

Para pendukung Trump tentu menyambut baik kemenangan ini. Sementara itu, beberapa orang lain mengaku khawatir masa depan AS di tangan Trump nanti.

Untuk menjawab semua rasa penasaran publik, pertama kalinya Trump menggelar wawancara televisi dengan CBS News yang dipandu Lesley Stahl. Wawancara bertajuk '60 Minutes' itu diadakan di rumah mewahnya.

Baca Juga : Presiden AS Donald Trump Disebut-sebut Yatim dari Pakistan dan Lahir dari Keluarga Muslim

Dalam wawancara tersebut, Trump bicara blak-blakan soal beberapa hal yang menjadi pertanyaan rakyat Negeri Paman Sam. Trump juga menjanjikan beberapa hal yang akan segera dia laksanakan begitu menjabat sebagai presiden AS pada Januari tahun depan.

Dikutip dari merdeka.com, berikut beberapa hal yang dijanjikan Trump setelah resmi menduduki kursi Gedung Putih pada Januari mendatang. Berikut ulasannya:

1. Trump tetap tolak aborsi di Amerika Serikat


Trump tak setuju dengan aborsi

Pernah menyebut tidak setuju dengan aborsi, presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, menyuruh semua wanita yang ingin aborsi untuk keluar dari negara yang dipimpinnya. Hal ini diucapkannya dalam acara '60 Minutes' di stasiun televisi CBS yang dipandu Lesley Stahl.

"Mereka mungkin harus pergi. Mereka harus pergi ke negara lain," kata Trump.

Hal ini berarti Trump akan menunjuk Hakim Agung untuk membatalkan peraturan Roe v Wade pada 1973 yang melegalkan aborsi di Amerika Serikat. Dia berjanji akan menunjuk hakim yang mendukung kehidupan (pro-life) karena dia sendiri orang yang demikian

"Aborsi akan menjadi isu hak negara lagi," kata Trump.

Trump harus menunjuk setidaknya satu hakim Mahkamah Agung, pengganti Antonin Scalia ini. Mengingat usia hakim saat ini, Trump memiliki kesempatan untuk menunjuk total empat selama masa pemerintahannya.

Dalam debat calon presiden terakhir dengan Hillary Clinton, Trump dengan tegas menyatakan tidak setuju dengan aborsi. Menurut dia, semua anak berhak untuk hidup. Namun, Hillary Clinton menyebutkan jika ada calon ibu yang harus menggugurkan kandungannya untuk masalah kesehatan.

2. Trump akan pulangkan imigran gelap ke negara masing-masing


Ini sesuai dengan janji saat kampanye

Selama masa kampanye, presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump telah menegaskan akan mendeportasi semua imigran yang tidak memiliki dokumen resmi untuk tinggal di Negeri Paman Sam. Imigran gelap tersebut diduga hingga kini jumlahnya sudah menembus 11 juta.

Dalam wawancara dengan CBS News, Trump menegaskan akan memulangkan semua 'penjahat' itu ke negaranya masing-masing.

"Di pemerintahan saya nanti, orang-orang 'mengerikan' (imigran gelap), orang dengan catatan kriminal, anggota geng, pengedar narkoba, semuanya harus keluar dari negara kita. Atau kita akan penjarakan mereka," kata Trump.

Seperti diketahui, Presiden Barack Obama juga mendeportasi lebih dari 2.5 juta orang selama masa kepemimpinannya. Jumlah tersebut lebih banyak dari yang pernah dilakukan presiden-presiden AS sebelumnya.

3. Trump akan bangun dinding pemisah AS dan Meksiko


Akan dibuat pagar ribuan mil

Masih dalam masa kampanye yang sama, presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump pernah berjanji akan membangun dinding panjang untuk membatasi wilayah AS dan Meksiko.

Nampaknya Trump tidak main-main dengan janji itu. Saat ditanya oleh pemandu wawancara Lesley Stahl dalam wawancara CBS News, apakah hal itu benar adanya Trump pun tidak menampik.

"Mungkin ada beberapa pagar. Bahkan sekitar 700 mil dari perbatasan 2.000 mil sudah di pagari," kata Trump.

"Di beberapa daerah tertentu, dinding dibangun dengan lebih sesuai," pungkas pengusaha properti AS itu.

4. Trump akan hapus ketakutan orang muslim dan perbedaan ras


Trump tetap menghargai warga muslim

Dalam kampanye, presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump pernah mengatakan akan melarang muslim masuk ke negaranya. Dia beralasan sangat sulit membedakan antara jihadis dan muslim moderat.

Pernyataannya tersebut sontak membuat takut warga Muslim yang berdomisili di Negeri Paman Sam. Bahkan, muslimah di AS mempertimbangkan untuk menanggalkan hijab demi alasan keselamatan. Selain nampak benci muslim, Trump juga disebut penganut rasisme.

Dalam wawancara dengan CBS News Trump mengatakan bahwa pernyataan tersebut merupakan insiden kecil yang kemudian diperkuat oleh media bias.

"Saya pikir itu semua dibangun oleh media karena, terus terang, mereka (media) bisa mengambil suatu kejadian kecil di negara ini, yang sudah ada sebelumnya, lalu akan membuatnya menjadi berita besar. Itulah cara media bekerja," kata Trump.

Trump juga mengimbau kepada para pengacau untuk berhenti melakukan serangan terhadapnya.

"Saya akan membangun negara ini bersama-sama, jadi tolong berhenti," pungkasnya.

5 .Trump pastikan tak berhenti main Twitter, namun hanya membatasi mengunggah status


Trump akan lebih membatasi menggunakan twitter

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menilai media sosial Twitter merupakan bentuk komunikasi paling efektif. Menurutnya, Twitter juga membawa pengaruh besar baginya untuk memenangkan beberapa suara dari pemilih.

"Saya bisa menjangkau beberapa kalangan melalui Twitter. Saya pikir media sosial punya kekuatan lebih besar dari uang yang harus dihabiskan (untuk berkampanye)," kata Trump.

Namun, dalam wawancara CBS News, Trump mengatakan meskipun dia sangat suka media sosial Twitter, dirinya berjanji akan sangat terkendali dalam menggunakan akun media sosial tersebut. Terlebih jika dirinya nanti telah resmi jadi presiden.

Top