Baru Beberapa Hari Menang, 2 Mahasiswi Muslim Ini Sudah Menjadi Korbannya

Tanpa diduga dan sangat mengejutkan, ternyata Trumplah yang berhasil memenangkan pemilihan Presiden Amerika Serikat beberapa hari lalu.



BACA JUGA: ISIS Rayakan Kemenangan Trump, "Dengan Begitu AS Bakal Hancur Dengan Sendirinya"

Tapi tidak semua masyarakatnya merayakan kemenangannya itu, terutama para muslim disana. Bagaimana tidak? setiap kampanyenya, Trump selalu memberikan kontroversial terkait muslim di Amerika.

Dikutip Wajibbaca dari Dream, Kemanangannya itu ditakutkan bakal merugikan muslim itu akhirnya terjadi. Dua muslimah di kampus AS menjadi korbannya. Polisi juga masih menyelidiki serangan rasial yang terjadi Pada Kamis, 10 November 2016 itu.

Menurut laman Asia One, kedua serangan terjadi pada hari Rabu, sehari setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden AS.  Serangan pertama terjadi di San Diego State University. Dalam insiden tersebut, dua penyerang menghadang korban dan membuat komentar tentang presiden terpilih Trump dan komunitas Muslim.

Dompet, kunci kontak mobil dan tas korban juga dirampas. Tidak itu saja, ketika dia pergi untuk mendapatkan bantuan dan kembali dengan polisi, mobilnya telah dicuri, kata juru bicara polisi Ronald Broussard.

Kasus ini sedang diselidiki sebagai kejahatan rasial, perampokan dan pencurian kendaraan, tambah Broussard. " Menurut keterangan korban, ia menjadi sasaran karena dia Muslim dan mengenakan busana Muslim," kata presiden universitas Elliot Hirshman dan kepala polisi interim Josh Mays dalam sebuah pernyataan bersama.

Sementara itu polisi kampus San Jose State University mengatakan mereka menyelidiki serangan serupa terhadap seorang mahasiswi di sebuah garasi parkir kampus. Menurut pernyataan, seorang penyerang laki-laki mendekati korban dari belakang dan menarik kerudungnya. Bahkan dia juga dicekik dan didorong hingga terjatuh.

" Pejabat kampus terus memantau perkembangan situasi yang terus diselidiki itu. Tidak ada penangkapan telah dilakukan," kata juru bicara universitas, Pat Harris.

" Kami, tentu saja, sangat prihatin bahwa ini terjadi di kampus kami. Tidak ada yang boleh mengalami perilaku semacam ini di San Jose State," tambahnya.

Himpunan Mahasiswa Islam New York University mengeluarkan pernyataan pada hari Rabu yang mengatakan bahwa mahasiswa teknik yang tiba pagi itu untuk menemukan tulisan 'Trump' tertempel di pintu kamar tempat mereka shalat.

Organisasi itu mengatakan anggotanya menyadari bahwa kampus mereka tidak kebal terhadap fanatisme berlebihan yang melanda Amerika.
loading...
Top