Banjir di Malang, Mirip Sungai Deras Setinggi Dada Orang Dewasa


Banjir di Kota Malang

Belasan rumah dan toko di Jalan Galunggung, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang terendam air sekitar empat jam setelah hujan deras mengguyur lokasi tersebut. Akses jalan itu pun ditutup sepanjang sekitar 200 meter hingga air surut.

Dikutip dari suryamalang, Rosidah, warga yang rumahnya terletak di pinggir jalan itu, mengatakan, tinggi genangan di tengah jalan itu mencapai sekitar dada orang dewasa. Akibat ketinggian itu, air hingga masuk ke rumah dan toko warga, termasuk rumah Rosida. Beberapa perabotan nonkayu pun diangkat ke lokasi yang lebih tinggi. Tinggi air di dalam rumahnya sekitar lutut orang dewasa.

“Ini parah sekali,” katanya, Sabtu (26/11/2016). Daerah tersebut memang sering banjir jika hujan turun. Namun, ketinggian banjir rata-rata hanya 50 sentimeter (cm). Sebagian besar warga juga sudah mengantisipasi dengan meninggikan lantai rumah atau memasang tembok di pintu rumah agar air tak masuk.

Baca Juga: Lalu Lintas Sudah Padat! Diterbitkan Tarif Impor Mobil Mewah 0% Akhir Tahun Ini

Warga lain, Anita, mengatakan, genangan seperti itu terjadi terakhir tiga tahun lalu. Akibat banjir itu, rumahnya yang merangkap juga sebagai salon terendam. Beberapa barang usaha pun ikut terendam. Ia mengatakan, puncak hujan hari itu sekitar pukul 13.00 WIB.

“Dulu cuma di depan saja, kami sudah menyiapkan tembok agar air tak masuk,” ungkap Anita. Tembok yang ia pasang tak mampu menahan air bah karena ketinggian air lebih tinggi dari tembok yang ia pasang.

Warga memprakirakan, banjir terjadi karena hujan terlalu deras sehingga parit di sekitar sana tak mampu menampung debit air. “Gorong-gorongnya juga tidak jalan,” kata Yasum, warga lain yang juga rumahnya terdampak banjir singkat itu.

Berikut video yang sempat terekam,



Hingga sekitar dua jam sejak banjir, belum ada petugas dari pemerintah yang datang ke lokasi. Alhasil, warga pun berinisiatif mengangkuti metarial yang terseret air banjir secara gotong royong menggunakan salah satu pikap milik warga. Petugas baru melakukan pembersihan setelah air benar-benar surut.

“Tadi sudah minta mobil petugas DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) ke Kelurahan. Tapi katanya kalau minta jangan ndadak. Lah, bagaimana, banjirnya jgua ndandak,” ujar salah seorang warga lain yang turut membersihkan material.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J Hartono membenarkan penyebab banjir adalah gorong-gorong yang tidak berfungsi. Satu-satunya solusi, kata dia, adalah revitalisasi. Nah, hal itu merupakan wilayah Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang.

Netizen Kaget

Beberapa netizen turut berkomentar dalam video banjir yang diunggah fanpage Facebook suryamalang, saat banjir di lokasi.

Fikky Romano kaget Kota Malang terkena banjir. "Wih, aku baru sekarang dengar kalau Kota Malang sampai bisa banjir," tulisnya.

Netizen juga banyak yang berharap banjir tersebut cepat surut dan tidak membawa korban. Pemilik akun Bunda Sundari, misalnya, menulis,

"Ya Allah Semoga Cepat Surut dan NGgak ada korban jiwa. Amiin".
Top