Ayah dan Bunda Jika Aku Boleh Memilih, Betapa Bahagianya Jika Aku Menjadi Ponsel Kalian


Ayah dan bunda, bolehkah aku bercerita? Inilah keinginanku yang mungkin jika diperbolehkan, aku ingin menjadi ponsel kalian berdua. Keinginanku memang cukup aneh. Ponsel hanya sebuah benda, dan aku adalah seorang anak yang dikirimkan Tuhan untuk kalian berdua. Dimana seharusnya kalian yang mengasuhku, lalu kenapa aku ingin menjadi benda yang bahkan bisa tergantikan kapan saja jika memang ponsel itu sudah tak berfungsui lagi? Inilah bahagianya jika aku menjadi ponsel ayah dan bunda.

Baca juga : Meskipun Tak Sesuai Harapan, Inilah Kenyataan yang Mungkin Dialami Ketika Kamu Jadi Mamah Baru

Ingin sekali aku mendengarkan dongeng dari ayah sebelum tidur, pelukan hangat darimu dan helaan nafas yang membuat ritme tidurku menjadi nyenyak sangat ingin aku rasakan. Akan tetapi waktu aku telah mengantuk dan akan menemuimu, tetapi ayah sibuk dengan benda persegi yang sakral untuk ayah tinggalkan. Oh, betapa bahagianya jika aku menjadi ponselmu.


Sepulang sekolah, orang pertama yang ingin aku temui adalah dirimu ayah. Ingin sekali rasanya aku bercerita tentang pengalaman baru yang tadi aku rasakan di kelas, di lapangan, atau saat aku berjalan ke rumah. Namun saat aku temui dirimu. benda persegi itu masih berada di tanganmu dan tak ingin kau lepaskan. Oh, betapa bahagianya jika aku menjadi ponselmu.


Bunda yang aku ajak bermain petak umpet, seharusnya membuat permainan ini menjadi mengasyikkan. Apalagi saat aku yang berjaga dan mengetahui dimana bunda bersembunyi. Aku melompat kegirangan. "Ah, dia ada dibalik pintu". Namun saat ku tengok. Benda persegi itu lagi-lagi bisa lebih mengasyikkan daripada bermain denganku. Oh, betapa bahagianya jika aku menjadi ponselmu.


Saat makan bersama-sama, aku, ayah, bunda, dan kakak sangat senang bisa makan di luar dan menikmati indahnya kota. Tapi saat sedang menunggu pesanan datang, mereka semua seolah sudah mempunyai dunia sendiri, dan hanya tinggal aku seorang saja yang berada diluar dunia itu. Ayah dan bunda, kenapa dunia itu harus ada pada kalian meskipun kita sedang bersama? Oh, betapa bahagianya jika aku menjadi ponselmu.

Baca juga : Sudah Benarkah Cara Kita Memperlakukan Ibu Selama Ini? Inilah Kekeliruan yang Sering Dilakukan oleh Anak


Ayah dan bunda bilang aku adalah anak yang paling disayangi, tapi mereka sepertinya berbohong. Karena masih ada satu baby lagi yang menjadi prioritas mereka. Siang dan malam bahkan masih mereka timang. Entah benar atau tidak tapi baby itu jauh lebih penting dari kebersamaan denganku. Oh, betapa bahagianya jika aku menjadi ponselmu.

loading...
Top